Terkuak! Ramuan Pengawet Mumi Mesir
- 01 Jun 2026 08:46 WIB
- Gorontalo
RRI.Co.ID, Gorontalo — Selama ribuan tahun, proses pembuatan mumi menjadi salah satu misteri terbesar peradaban Mesir Kuno. Kini para ilmuwan berhasil mengungkap berbagai bahan yang digunakan dalam balsem mumifikasi setelah melakukan analisis kimia terhadap sisa-sisa balsem yang ditemukan pada mumi dan guci penyimpanan organ kuno.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa balsem mumi Mesir ternyata dibuat dari campuran berbagai bahan alami yang berasal dari berbagai wilayah dunia kuno. Para peneliti menemukan kandungan lilin lebah, minyak tumbuhan, lemak hewan, resin pohon, hingga bitumen atau aspal alami dalam campuran tersebut. (Nature)
Salah satu bahan paling penting dalam proses mumifikasi adalah natron, yaitu campuran garam alami yang digunakan untuk mengeringkan tubuh manusia. Natron berfungsi menyerap cairan tubuh sehingga jasad tidak cepat membusuk. Para ahli menyebut bahan ini menjadi kunci utama keberhasilan pengawetan mumi Mesir selama ribuan tahun. (Maajournal)
Selain natron, masyarakat Mesir Kuno juga menggunakan resin pohon konifer seperti pinus dan cedar. Resin tersebut memiliki sifat antibakteri yang membantu melindungi tubuh dari pembusukan. Bahan lain yang sering ditemukan adalah mur (myrrh), getah aromatik yang memberikan aroma harum sekaligus membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. (Maajournal)
Penelitian terbaru terhadap balsem milik seorang bangsawati Mesir bernama Senetnay yang hidup sekitar 3.500 tahun lalu menemukan campuran yang lebih kompleks. Para ilmuwan menemukan kandungan lilin lebah, minyak tumbuhan, lemak, bitumen, resin pinus, serta resin Pistacia dan damar yang kemungkinan didatangkan dari wilayah Asia Tenggara atau kawasan Mediterania. (EurekAlert!)
Menurut para peneliti, penggunaan bahan-bahan impor tersebut menunjukkan bahwa Mesir Kuno telah memiliki jaringan perdagangan internasional yang luas jauh sebelum era modern. Beberapa bahan bahkan harus dibawa dari wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari Lembah Nil. (EurekAlert!)
Selain berfungsi mengawetkan tubuh, balsem juga digunakan untuk memberikan aroma yang dianggap suci. Dalam kepercayaan Mesir Kuno, wangi-wangian dipercaya berkaitan dengan dunia para dewa dan kehidupan setelah kematian. Karena itu banyak resin harum digunakan selama proses pemakaman dan mumifikasi.
Para ilmuwan menyebut kombinasi bahan-bahan tersebut tidak dibuat secara sembarangan. Campuran resin, minyak, lilin, dan garam ternyata memiliki sifat antijamur, antibakteri, sekaligus mampu menahan kelembapan yang dapat merusak jasad. Hal inilah yang membuat banyak mumi Mesir tetap bertahan hingga ribuan tahun kemudian. (ScienceDirect)
Temuan ini sekaligus membuktikan bahwa para pembalsem Mesir Kuno telah memiliki pengetahuan kimia dan pengawetan tubuh yang sangat maju untuk ukuran zamannya. Rahasia yang selama berabad-abad tersimpan di balik perban mumi kini perlahan mulai terungkap melalui teknologi sains modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....