Mahasiswa UNG Tanam 3.000 Mangrove di Torosiaje Bahari
- 25 Des 2025 11:40 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Semangat pelestarian lingkungan kembali bergelora di ujung barat Provinsi Gorontalo. Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi nyata dengan menanam sebanyak 3.000 bibit mangrove di kawasan Mangrove Torosiaje Bahari, Kabupaten Pohuwato.
Aksi lingkungan ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah strategis dalam memperkuat benteng alam di salah satu permukiman atas air paling ikonik di Indonesia. Ribuan bibit mangrove yang ditanam diharapkan tumbuh menjadi ekosistem pesisir yang sehat, berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus penyangga alami bagi kawasan pesisir Desa Torosiaje.
Presiden BEM UNG, Surya Reksa Umar, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Torang Jaga Mangrove, Mangrove Jaga Torang” (Kita Jaga Mangrove, Mangrove Jaga Kita). Tema tersebut merefleksikan hubungan timbal balik antara manusia dan alam yang harus dijaga secara berkelanjutan.
“Dengan melestarikan hutan mangrove, sejatinya kita sedang memproteksi diri kita sendiri. Mangrove yang kita tanam hari ini akan menjadi pelindung masyarakat dari ancaman abrasi dan tsunami di masa depan, sekaligus menjadi motor penggerak ekologi dan ekonomi bagi warga pesisir,” ungkap Surya.
Ia menambahkan bahwa kawasan Torosiaje memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekowisata berbasis lingkungan, sehingga pelestarian mangrove menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Langkah proaktif mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan universitas. Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Amir Arham, M.E., hadir langsung memberikan dukungan pada kegiatan penanaman mangrove tersebut.
Menurut Prof. Amir, aksi ini merupakan wujud nyata komitmen UNG sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial yang kuat terhadap kelestarian alam. Kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan karena dampaknya sangat nyata dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat serta lingkungan sekitar,” tegasnya.
Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, UNG dan BEM berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....