Pemerintah Genjot Pemerataan Pendidikan di Daerah Terpencil

  • 23 Des 2025 11:19 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo - Pemerintah Indonesia tengah gencar melaksanakan program pemerataan pendidikan untuk memastikan seluruh masyarakat, baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan, memperoleh akses layanan pendidikan yang setara. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dalam kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.

Namun, di balik upaya positif tersebut, terdapat sejumlah permasalahan yang masih dihadapi, terutama di daerah pedesaan terpencil. Rusdin Kadjim, seorang pemerhati pendidikan, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah terbatasnya akses transportasi bagi siswa yang tinggal di wilayah terpencil.

"Akses transportasi yang minim menyebabkan banyak siswa kesulitan untuk menuju sekolah, sehingga berdampak pada ketidakhadiran mereka di kelas," ujarnya.

Selain itu, Rusdin juga menyoroti masalah kekurangan tenaga pengajar di daerah-daerah tersebut. Kekurangan guru menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerataan pendidikan di wilayah-wilayah terpencil, seperti di Mongiilo, Bolango Ulu, dan Pinogu. Menurutnya, tantangan besar dalam mempertahankan tenaga pengajar di daerah tersebut adalah kondisi yang kurang mendukung, sehingga beberapa guru hanya mampu bertahan selama 6 bulan hingga 1 tahun mengajar sebelum akhirnya pindah ke tempat lain.

Oleh karena itu, Rusdin berharap agar pemerintah memperbaiki infrastruktur, termasuk akses transportasi, serta menciptakan program yang lebih efektif untuk menarik dan mempertahankan tenaga pengajar di wilayah terpencil. Dengan demikian, diharapkan pendidikan di daerah-daerah seperti Mongiilo, Bolango Ulu, dan Pinogu dapat lebih berkembang dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa, tanpa terkendala oleh jarak atau kekurangan guru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....