Bupati Boalemo Dorong Kader Pahami Enam Standar Pelayanan Minimal
- 04 Okt 2026 19:34 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Desa Huwongo dan Desa Mustika, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan itu dibuka Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau, yang digelar di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Jumat 2 oktober 2026.
Pada kesempatan itu Rum Pagau menegaskan, pelatihan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan pemahaman kader terhadap enam SPM yang menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab pemerintah desa.
Menurut Rum Pagau, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Desa saat ini adalah pemenuhan standar rumah layak huni bagi masyarakat.
"Enam Standar Pelayanan Minimal ini menjadi tugas dan tanggung jawab desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial," kata Rum Pagau.
"Terutama masalah perumahan di tingkat desa, banyak yang kurang memenuhi standar. Ada rumah bagus, tetapi di situ bercampur bapak, ibu, kemudian anak-anak," tambahnya
Rum Pagau mengatakan, pemerintah terus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah layak huni sebagai bagian dari upaya mengurangi rumah tidak layak huni dan kawasan kumuh di desa.

Tahun ini, program pembangunan rumah layak huni juga terus dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi pemilik rumah sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah. Pemerintah menargetkan keberadaan rumah kumuh dapat dikurangi secara bertahap sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
Selain perumahan, Bupati menekankan pentingnya peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan di desa. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran malaria, terutama di sejumlah wilayah Boalemo yang berdekatan dengan kawasan perkemahan.
"Masalah pelayanan kesehatan ini juga penting. Apalagi di beberapa tempat di Boalemo ada wabah malaria yang melanda beberapa tempat yang berdekatan dengan perkemahan. Ini juga harus diwaspadai di desa," tambahnya.
Pada sektor pendidikan, Rum Pagau meminta kader dan pemerintah desa aktif melakukan pendataan terhadap keluarga miskin, khususnya masyarakat yang masuk dalam desil 1 dan 2. Ia menyebut, pemerintah telah menyiapkan sekolah bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 di Wonosari melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi.
"Saya minta ibu-ibu yang mengurus dan bisa mendata di desa, terutama para fakir miskin yang punya anak, miskin ekstrem yang masuk ke desil 1 dan 2. Kepala desa juga saya minta untuk merubah yang tidak sesuai dengan desil," katanya.
Menurut Rum Pagau, ketepatan data menjadi penting karena masih ditemukan masyarakat miskin ekstrem yang belum masuk dalam desil 1 dan 2. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mereka tidak terakomodasi dalam program Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Ia berharap pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan dapat diikuti dengan baik dan menjadi sarana memperkuat kemampuan kader dalam membantu pemerintah desa memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
"Melalui pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan ini, saya berharap seluruh peserta bisa menerima materi dengan baik. Karena namanya penguatan kapasitas sangat penting," ujarnya. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....