Dari Petani ke Meja Makan, Gorontalo Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Program MBG
- 17 Sep 2026 20:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat jejaring keamanan pangan dan sistem rantai pasok bahan pangan daerah sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang dilaksanakan di Azlea Convention Center, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim. Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan P2KB, Kepala Balai Besar POM di Gorontalo, Kepala BGN Wilayah Gorontalo serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Sekda Sofian menegaskan bahwa daerah memiliki potensi produksi pangan yang besar. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti pada angka produksi, tetapi dapat terhubung secara nyata dengan kebutuhan Program MBG.
'Penguatan rantai pasok menjadi hal penting agar terjadi keterhubungan antara supply dari produsen pangan daerah dengan demand dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)", ungkap Sofian.
Lebih lanjut Sofian menjelaskan rantai pasok pangan yang terintegrasi diharapkan mampu memberikan kepastian terhadap ketersediaan bahan pangan, sekaligus mendorong pemanfaatan produk pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan Program MBG.
"Saat ini, terdapat 116 SPPG di Provinsi Gorontalo yang telah beroperasi berdasarkan sistem pada portal penyediaan dan penyaluran MBG. Dari jumlah tersebut, 90 SPPG telah melaksanakan pelayanan pendistribusian secara aktif setiap hari, sementara pemerintah menargetkan pembangunan hingga 158 SPPG untuk memperluas cakupan pelayanan", jelasnya.
Penguatan jejaring keamanan pangan juga menjadi langkah strategis untuk memastikan bahan pangan yang masuk dalam rantai pasok MBG memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Dengan demikian, upaya pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen dan pengembangan potensi pangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan Sertifikat Prima 3 kepada pelaku usaha pangan dengan jenis komoditi beras dan tomat.
Penguatan jejaring ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun pola kerja bersama antara pemerintah, produsen, pelaku usaha, SPPG, serta lembaga pengawasan pangan.
'Dengan sinergi lintas sektor dan rantai pasok yang semakin terintegrasi, potensi pangan Gorontalo diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program MBG di daerah", pungkas Sofian. (mcgorontaloprov/nancy)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....