Kakanwil Kemenhaj Gorontalo Ingatkan Niat Pengabdian dan Keramahan PNS
- 16 Sep 2026 21:44 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta seleksi Ujian Kompetensi Mutasi Masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026.
Seleksi ini dilaksanakan melalui Computer Assisted Competency Test (CACT) di UPT BKN Gorontalo, Rabu, 16 September /2026.
"Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan setiap ASN yang bergabung memiliki kompetensi, integritas, serta semangat pengabdian dalam mendukung peningkatan pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah," kata Mansur Basir, Selasa (15/9/2026).
Mansur menjelaskan di Provinsi Gorontalo, sebanyak 104 peserta mengikuti ujian kompetensi. Pelaksanaan seleksi dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama yang diikuti 53 peserta pada 16 September 2026 dan gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 18 September 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UPT BKN Gorontalo yang selama ini telah mendukung pelaksanaan berbagai seleksi yang digelar Kementerian Haji dan Umrah, mulai dari seleksi PPIH kesehatan, PPIH nonkesehatan, hingga seleksi ASN mutasi Batch II.
Mansur mengingatkan bahwa peserta yang nantinya dinyatakan lolos dan bergabung dengan Kementerian Haji dan Umrah akan langsung dihadapkan pada tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Menurutnya, karakteristik jemaah yang dilayani sangat beragam sehingga ASN dituntut tidak hanya memiliki kemampuan administratif dan teknis, tetapi juga kemampuan memberikan pelayanan yang humanis.
“Siapa pun yang nantinya ditakdirkan bergabung, akan langsung berhadapan dengan tahapan haji yang sedang berlangsung,” ujar Mansur.
Ia mengingatkan para peserta agar mulai membiasakan diri memberikan pelayanan dengan senyum, keramahan, dan kesabaran kepada jemaah.
“Yang kita layani ini sangat beragam. Bapak/Ibu mungkin sebelumnya bekerja di tempat yang banyak berbicara tentang angka-angka dan kertas-kertas. Tetapi di sini kita harus membiasakan diri bagaimana tersenyum di hadapan oma-oma, bagaimana tersenyum di hadapan opa-opa, dan bagaimana tersenyum kepada orang yang sudah menunggu 12 tahun untuk bisa berhaji,” jelasnya.
Mansur menegaskan, pelayanan haji pada dasarnya berhadapan langsung dengan manusia yang memiliki perasaan, ego, latar belakang, serta status sosial yang berbeda-beda.
“Yang kita hadapi adalah manusia. Manusia yang punya perasaan, manusia yang punya ego, manusia yang memiliki status sosial. Di sini kita pernah melayani gubernur sampai dengan orang yang tidak memiliki status apa pun. Semuanya kita layani dalam sebuah sistem penyelenggaraan yang namanya ibadah haji,” ungkapnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya tanggung jawab dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Penting bagaimana kita bertanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah,” pungkas Mansur. (mcgorontaloprov/afik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....