BI Jembatani Agenda IBSAP dalam Praktik Sektor Swasta di Gorontalo
- 14 Sep 2026 08:44 WIB
- Gorontalo
Kota Gorontalo, InfoPublik - Koordinator Program Burung Indonesia Gorontalo, Marahalim Siagian, menegaskan bahwa Familiarisasi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) menjadi langkah awal yang vital untuk mendorong komunikasi, integrasi, dan kolaborasi.
“Sektor swasta tidak boleh lagi diposisikan di luar agenda konservasi. Justru karena aktivitas operasional mereka bersentuhan langsung dengan ekosistem, korporasi harus menjadi aktor utama dalam menerapkan praktik bisnis yang ramah alam (nature-positive business),” kata Marahalim Siagian, Minggu, 13 September 2026.
Marahalim menjelaskan bahwa Provinsi Gorontalo berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, daerah ini memiliki geliat aktivitas ekonomi berbasis lahan yang sangat masif, mulai dari sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit, pertambangan emas, hingga industri energi berbasis biomassa seperti wood pellet. Berbagai sektor ini diakui menjadi motor penggerak pembangunan dan pilar utama perekonomian daerah.
Namun, di sisi lain, jika aktivitas ekonomi yang memanfaatkan ruang dan lahan ini tidak dikelola melalui prinsip keberlanjutan yang ketat, tekanan terhadap keanekaragaman hayati dan degradasi lingkungan di Gorontalo dipastikan akan semakin parah.
Menyikapi urgensi tersebut, Perhimpunan Burung Indonesia telah menginisiasi Interactive Multi Stakeholder Workshop: Familiarisasi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) untuk sektor swasta di Gorontalo.
”Workshop ini mempertemukan berbagai elemen lintas sektor, meliputi pelaku usaha swasta, Dinas Lingkungan Hidup se-Provinsi Gorontalo, akademisi, organisasi masyarakat sipil (CSO), serta kesatuan pengelolaan hutan selaku pengelola kawasan di tingkat tapak,” ujar Marahalim.
Ia mengungkapkan agenda utama pertemuan multipihak ini adalah membangun pemahaman bersama mengenai dokumen strategi nasional keanekaragaman hayati Indonesia (IBSAP). Ia menilai selama ini terdapat kesan bahwa agenda konservasi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi adalah dua kepentingan yang saling bertolak belakang.
Lewat forum ini, seluruh pihak berupaya mencari titik temu agar investasi yang masuk ke Gorontalo tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, melainkan juga berkomitmen penuh terhadap perlindungan modal alam (natural capital). (mcgorontaloprov)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....