Dishub Provinsi Gorontalo Uji Coba Lintasan AKDP di Terminal Tipe B Limboto
- 29 Agt 2026 14:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo melaksanakan rapat uji coba lintasan angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tipe B Limboto.
Kegiatan ini dirangkaikan langsung dengan rapat koordinasi persiapan launching (peluncuran) dan peresmian operasional termina tersebut.
“Kegiatan ini dinilai mendesak dan sangat penting dilakukan karena beberapa alasan,” kata Kepala Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek dan Terminal Ronaldo Maretson Bobihoe, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ronaldo menjelaskan sejumlah alasan strategis, antara lain untuk menguji geometri dan kapasitas jalan. Pemerintah perlu memastikan secara riil bahwa lebar jalur, radius tikungan, serta pintu masuk dan keluar terminal sudah aman untuk dilewati kendaraan besar tanpa memicu kemacetan di jalan utama trans-Sulawesi.
“Mencegah konflik di lapangan, Kehadiran Organda dan DAMRI bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai aturan baru, pembagian lajur, serta zonasi naik-turun penumpang. Hal ini penting demi mencegah gesekan atau rebutan penumpang antar-sopir saat terminal resmi beroperasi,” ujar Ronaldo.
Pememrintah ingin memastikan efisiensi fasilitas. Untuk mendeteksi sejak dini kendala apa saja yang berpotensi membuat sopir malas masuk terminal, sehingga fasilitas Tipe B yang dibangun dengan anggaran besar ini tidak menjadi proyek yang sepi atau telantar.
Audit keselamatan (safety audit. Sebagai simulasi final untuk memastikan visibilitas pengemudi, kecukupan rambu lalu lintas, marka jalan, serta kesiapan pos petugas pengawas sebelum dilepas untuk pelayanan publik massal.
Dalam pertemuan ini dihadiri Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan manajemen Perum DAMRI.
Dalam pertemaun di dalam kantor terminal ini, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo memaparkan draf Standard Operating Procedure (SOP) operasional terminal kepada para stakeholder.
Para peserta terlibat aktif diskusi yang memperkaya masukan dari Organda terkait Operasional angkutan umum, serta dari DAMRI terkait kesiapan masuk armada mereka.
Sementara itu tim gabungan yang bergerak di lapangan menyetop dan mengarahkan angkutan AKDP serta bus DAMRI yang sedang melintas di jalan raya agar wajib membelokkan kendaraannya masuk ke dalam area terminal.
Pada tahap simulasi sirkulasi dalam (Drop-Off & Pick-Up), kendaraan dipandu menyusuri marka jalan menuju lajur antrean khusus yang sudah dibagi berdasarkan rute/trayek masing-masing. Petugas mengukur waktu kendaraan saat berhenti menurunkan atau menaikkan penumpang untuk memastikan tidak terjadi penumpukan armada di satu titik lajur.
Pada tahap simulasi arus keluar dan evaluasi, armada diarahkan keluar terminal kembali ke jalan raya utama untuk menguji apakah ada titik buta (blind spot) berbahaya atau hambatan manuver saat kendaraan berbelok tajam.
“Seluruh kendala minor yang ditemukan di lapangan seperti penataan area untuk pedagang kaki lima dan kebutuhan tambahan papan petunjuk arah lajur langsung dicatat dalam lembar observasi untuk segera diperbaiki sebelum hari-H peresmian,” ujar Ronaldo. (mcgorontaloprov/rini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....