Cegah Gagal Panen akibat Kekeringan UPTD Balintan Lakukan Pompanisasi
- 24 Agt 2026 20:06 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Menghadapi kondisi kekeringan yang mulai berdampak pada areal pertanaman, UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balintan) Provinsi Gorontalo melakukan penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI) melalui kegiatan pompanisasi.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pertanaman yang mulai terdampak kekeringan, sekaligus menjaga kondisi tanaman agar tetap tumbuh dan dapat berproduksi hingga memasuki masa panen.
Penanganan dilaksanakan pada areal pertanaman milik Kelompok Tani Auhu, Desa Bunggalo, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Melalui pompanisasi, air dialirkan ke areal pertanaman untuk mempertahankan kelembapan tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman selama kondisi kekeringan berlangsung.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mengurangi risiko gagal panen dan potensi kehilangan hasil akibat keterbatasan air. Penyediaan air secara tepat diharapkan dapat membantu mempertahankan kondisi tanaman sekaligus mendukung pertumbuhan hingga tanaman siap dipanen.
Kepala UPTD Balintan Provinsi Gorontalo, Abd Wahid Lahay, mengatakan bahwa pompanisasi merupakan langkah cepat yang dilakukan untuk membantu petani menghadapi kondisi kekeringan di areal pertanaman yang mulai membutuhkan tambahan pasokan air.
“Pompanisasi ini merupakan salah satu upaya penanganan DPI kekeringan untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi. Kita berupaya mempertahankan kondisi pertanaman agar tidak mengalami penurunan pertumbuhan yang dapat berdampak terhadap hasil panen,” ujar Abd Wahid, Senin 24 Agustus 2026.
Menurutnya, penanganan kekeringan perlu dilakukan secara cepat dan tepat, terutama pada areal pertanaman yang masih memiliki potensi untuk dipertahankan hingga panen.
“Yang paling penting adalah bagaimana air dapat tersedia di saat tanaman membutuhkannya. Dengan adanya pompanisasi, kita berharap tanaman dapat terus tumbuh dengan baik dan petani dapat mengurangi risiko kehilangan hasil akibat kekeringan,” tambahnya.
Abd Wahid juga menyampaikan bahwa UPTD Balintan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pertanaman dan perkembangan dampak kekeringan di lapangan. Langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman di masing-masing lokasi.
Pompanisasi menjadi bagian dari upaya perlindungan tanaman pangan dalam menghadapi ancaman dampak perubahan iklim. Dengan dukungan penyediaan air dan pemantauan secara berkelanjutan, diharapkan pertanaman petani tetap dapat dipertahankan hingga masa panen serta produksi pangan di Provinsi Gorontalo tetap terjaga. (mcgorontaloprov/oman)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....