Gorontalo Perkuat SDM Puskeswan lewat Bimtek Hilirisasi Ayam Terintegrasi
- 20 Agt 2026 07:14 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, mengatakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) menjadi fondasi penting untuk memastikan pelaksanaan program di tingkat daerah dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hilirisasi Ayam Terintegrasi bukan sekadar program, melainkan upaya nyata kita untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Melalui Bimtek ini, kita memastikan sumber daya manusia di Puskeswan memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang mumpuni, sehingga program ini dapat berjalan efektif dan memberi dampak ekonomi yang langsung dirasakan oleh peternak,” kata Ramdhan Pade saat membuka kegiatan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, keberhasilan program HAT tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah provinsi, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan pemerintah kabupaten, khususnya daerah yang menjadi lokasi prioritas pengembangan program.
Ramdhan berharap keterlibatan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Boalemo dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengimplementasikan program HAT di wilayah masing-masing.
Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) sebagai langkah strategis memperkuat subsektor peternakan sekaligus meningkatkan daya saing usaha peternakan ayam di daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 19–20 Agustus 2026 tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo. Bimtek ini merupakan tindak lanjut atas arahan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).
Peningkatan kapasitas tersebut dinilai penting dalam mendukung pengembangan unit usaha Hilirisasi Ayam Terintegrasi, khususnya di dua daerah yang ditetapkan sebagai lokasi prioritas, yakni Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Boalemo.
“Kami berharap kehadiran rekan-rekan dari Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Boalemo dapat menjadi bagian dari komitmen bersama untuk kemudian diterapkan di wilayah masing-masing dan menjadi percontohan bagi daerah lain di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi SDM dan penguatan koordinasi antarpemerintah menjadi bagian penting dalam memastikan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Bimtek tersebut, diharapkan terbentuk standar pelayanan dan pengelolaan peternakan yang lebih profesional. Pada akhirnya, program HAT diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi pedesaan, meningkatkan nilai tambah produk peternakan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan peternak ayam di Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....