Dari delapan ASN tersebut, enam orang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Dua (S2) Magister Kesehatan Masyarakat (MKM), satu orang menyelesaikan pendidikan S2 Magister Manajemen (M.M.), dan satu orang menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM).
Kedelapan ASN yang diwisuda masing-masing Dolvi Sumarauw, SKM., MKM.; Novariany Nasibu, S.Tr.Keb., MKM.; Widya Ekowati Niode, SKM., MKM.; Hasnuri, SKM., MKM.; Abdi Zulkarnain Rauf, SKM., MKM.; Saleh Panigoro, S.Gz., MKM.; Santi P. Ambia, S.E., M.M.; serta Moh. Ramdhan Ismail, A.Md.Kep., SKM.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik secara personal, tetapi juga merupakan bagian dari investasi pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia bidang kesehatan.
“Selamat kepada seluruh ASN Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang hari ini menyelesaikan pendidikan. Gelar akademik yang diperoleh hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan kesehatan di Provinsi Gorontalo,” ujar Anang.
Anang menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks. Karena itu, ia terus mendorong jajaran kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk tidak berhenti meningkatkan kapasitas dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami mendorong seluruh jajaran kesehatan di provinsi maupun kabupaten/kota agar terus belajar dan meningkatkan pendidikan. Semakin baik kompetensi SDM kesehatan, semakin kuat pula kapasitas kita dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Anang.
Menurut Anang, pendidikan formal perlu diikuti dengan penerapan pengetahuan dan kompetensi di lingkungan kerja. Para ASN yang telah menyelesaikan pendidikan diharapkan mampu membawa perspektif, pendekatan, dan inovasi baru untuk mendukung pelaksanaan program serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Wisuda tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo untuk memperkuat budaya belajar dan pengembangan profesionalisme ASN. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia diharapkan dapat berjalan berkelanjutan seiring dengan kebutuhan transformasi pelayanan kesehatan dan tuntutan terhadap aparatur yang semakin kompeten.
Dengan bertambahnya ASN yang memiliki kualifikasi pendidikan lebih tinggi, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo memiliki modal sumber daya manusia yang semakin kuat untuk mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (mcgorontaloprov/ilb/md)