Pemkot Gorontalo Ajak ASN Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting
- 31 Jul 2026 12:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dalam percepatan penanganan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini mendorong keterlibatan aktif ASN, pejabat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk memberikan dukungan langsung kepada ibu hamil berisiko stunting dan balita yang membutuhkan pendampingan.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, saat membuka Rapat Kerja Daerah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Aula Banthayo Lo Yiladia (BLY), Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Selasa 27 Juli 2026. Mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Ismail menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah melalui sektor kesehatan.
Dalam sambutannya, Ismail menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia karena anak-anak yang tumbuh saat ini akan menjadi generasi penerus pembangunan di masa depan. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah di sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan stunting bukan sekadar tugas sektor kesehatan semata. Stunting adalah persoalan kemanusiaan, persoalan kualitas sumber daya manusia, dan tanggung jawab kita bersama,” ujar Ismail.
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, ASN, pejabat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi diajak memberikan bantuan kepada ibu hamil berisiko stunting serta balita yang mengalami stunting. Bantuan dapat berupa makanan tambahan bergizi seperti telur dan susu, dukungan sanitasi, maupun bantuan pendanaan yang disalurkan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan puskesmas.
Sekda menilai keterlibatan ASN sangat penting sebagai teladan bagi masyarakat dalam membangun gerakan sosial untuk menekan angka stunting di Kota Gorontalo. Selain itu, dunia usaha juga didorong mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendukung pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran.
Menurut Ismail, kontribusi yang diberikan tidak harus bernilai besar, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Setiap butir telur, setiap kotak susu, dan setiap rupiah yang Bapak dan Ibu kontribusikan hari ini adalah investasi berharga untuk menyelamatkan satu kehidupan dan menyongsong masa depan anak-anak kita,” katanya.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting difokuskan pada pendampingan ibu hamil berisiko melahirkan anak stunting, balita, serta bayi di bawah dua tahun, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fase penting dalam pertumbuhan anak.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi gerakan gotong royong yang melibatkan ASN, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan generasi Kota Gorontalo yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....