Hari Kedua Penanganan Kekeringan, BPBD Gorontalo Salurkan Air Bersih untuk Warga
- 29 Jul 2026 15:37 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, pada hari kedua penanganan krisis air bersih, Selasa, 28 Juli 2026.
Sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan kepada dua desa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, masing-masing 10.000 liter untuk Desa Tongo dan 10.000 liter untuk Desa Batu Hijau.
Bantuan tersebut menyasar warga yang terdampak langsung akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau. Di Desa Tongo, distribusi air bersih menjangkau 101 kepala keluarga (KK) yang tersebar di dua dusun. Sementara di Desa Batu Hijau, bantuan disalurkan kepada 60 KK yang berada di tiga dusun.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hifny Tegela, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Penyaluran air bersih ini merupakan hari kedua pelaksanaan bantuan bagi masyarakat Bone Pantai. Kami terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung," ujar Hifny.
Ia menjelaskan, distribusi dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan yang menunjukkan kebutuhan air bersih di dua desa tersebut masih cukup tinggi. BPBD Provinsi Gorontalo juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Menurut Hifny, keberhasilan penyaluran bantuan tidak terlepas dari sinergi antara BPBD Provinsi Gorontalo, BPBD Kabupaten Bone Bolango, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur terkait yang bersama-sama memastikan air bersih dapat diterima masyarakat.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau. Pemerintah desa juga diminta segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti.
BPBD Provinsi Gorontalo menambahkan akan terus bersiaga menghadapi dampak musim kemarau, khususnya potensi kekeringan dan krisis air bersih, sesuai arahan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Distribusi air bersih akan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan hasil pemantauan di lapangan guna memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan air bersih. (mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....