Selanjutnya, Kabupaten Boalemo mencapai 49,68 persen, Kota Gorontalo 47,17 persen, Kabupaten Gorontalo Utara 46,01 persen, Kabupaten Bone Bolango 41,28 persen, dan Kabupaten Pohuwato 39,57 persen. Secara keseluruhan, Provinsi Gorontalo mencapai 47,45 persen.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Gorontalo secara nasional. Berdasarkan data pelaksanaan CKG periode 1 Januari–19 Juli 2026, Gorontalo berada di peringkat pertama nasional dalam persentase cakupan sasaran yang telah dilayani, yakni 45,1 persen. Angka tersebut berada di atas Sulawesi Tenggara 40,2 persen dan Jawa Tengah 37,4 persen.
Capaian ini sejalan dengan komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam memperkuat pembangunan kesehatan, khususnya melalui peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah, merata, dan berkualitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program CKG dapat menjangkau masyarakat secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran kesehatan dan dukungan pemerintah daerah.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi seluruh jajaran kesehatan di Gorontalo berjalan efektif dalam mendekatkan layanan CKG kepada masyarakat,” ujar Anang, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperluas akses dan memastikan masyarakat yang belum mendapatkan layanan CKG dapat segera terlayani.
“Target kita bukan sekadar mengejar angka, tetapi memastikan semakin banyak masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan mendapatkan tindak lanjut yang tepat,” tegasnya.
Anang menambahkan, CKG merupakan momentum penting untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, terutama melalui deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat diharapkan dapat melakukan perubahan perilaku serta memperoleh penanganan sedini mungkin apabila ditemukan masalah kesehatan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinkes P2KB bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus mendorong peningkatan cakupan CKG melalui penguatan koordinasi, optimalisasi pelayanan di fasilitas kesehatan, serta peningkatan partisipasi masyarakat. (mcgorontaloprov/ilb/md)