14 Jam di Jalan, Kontingen Empat Lawang Tiba di Gorontalo
- 20 Jun 2026 05:59 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Gelap masih menyelimuti Terminal Isimu, Kabupaten Gorontalo, waktu masih dini hari. Jarum jam menunjukkan pukul 02.30 Wita ketika sebuah bus antardaerah perlahan memasuki area terminal pada Jumat, 19 Juni 2026.
Di dalamnya, puluhan peserta Pekan Nasional (PENAS) XVII asal Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya menuntaskan perjalanan panjang yang memakan waktu sekitar 14 jam.
Raut lelah tampak jelas di wajah para peserta. Namun rasa penat itu seakan terbayar ketika mereka menginjakkan kaki di Gorontalo, daerah yang dalam beberapa hari ke depan akan menjadi pusat berkumpulnya petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
Satu per satu peserta turun dari bus sambil membawa tas dan perlengkapan perjalanan. Di tengah suasana dini hari yang sejuk, panitia pemondokan dari Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Gorontalo telah bersiaga menyambut kedatangan mereka.
Tanpa menunggu lama, rombongan diarahkan menuju sekretariat atau basecamp kontingen yang berada di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Limboto. Kendaraan yang telah disiapkan panitia mengantar peserta menuju lokasi pemondokan untuk beristirahat sebelum mengikuti rangkaian kegiatan PENAS XVII.
Pejabat Fungsional Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, Rano Saputra, menjelaskan bahwa kedatangan peserta dari Provinsi Sumatera Selatan dilakukan secara bertahap.
Sebanyak 15 peserta dari Kabupaten Empat Lawang tiba menggunakan transportasi darat. Tak lama berselang, 25 peserta asal Kabupaten Muara Enim mendarat di Gorontalo melalui penerbangan Batik Air sekitar pukul 04.00 Wita. Sementara itu, 27 peserta dari Kabupaten Banyuasin juga tengah menempuh perjalanan darat melalui Manado menuju Gorontalo.
“Total peserta yang tiba pagi tadi sekitar 67 orang dari tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Rano.
Menurutnya, seluruh peserta yang telah tiba langsung diarahkan menuju lokasi pemondokan yang telah dipersiapkan panitia. Meski demikian, sebagian peserta memilih menginap di hotel yang telah mereka pesan secara mandiri.
Selain memastikan kebutuhan akomodasi terpenuhi, panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk melakukan skrining kesehatan mandiri. Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi guna memastikan kondisi kesehatan peserta tetap prima selama mengikuti berbagai agenda PENAS XVII.
Di balik kedatangan para peserta itu, terdapat kerja panjang para petugas yang berjaga sejak malam hingga dini hari. Mereka memastikan setiap kontingen yang datang mendapat pelayanan dan pendampingan yang baik sejak pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo.
Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menegaskan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pelayanan yang baik menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan PENAS XVII. Karena itu kami berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tandasnya.
Bagi peserta asal Sumatera Selatan, perjalanan panjang selama belasan jam itu kini telah berakhir. Namun bagi mereka, perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai di Gorontalo, tempat ribuan petani dan nelayan dari seluruh penjuru negeri bertemu, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat membangun sektor pertanian Indonesia. (mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....