Melalui rapat tersebut, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga memastikan penyusunan petunjuk teknis layanan kesehatan, pembentukan Tim Kesehatan PENAS dengan Surat Keputusan (SK), serta penguatan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Gorontalo. (mcgoronmtaloprov/ilb/md)
Dinkes Matangkan Tim Kesehatan jelang PENAS XVII di Gorontalo
- 23 Mei 2026 14:21 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh rangkaian kegiatan nasional tersebut. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, sistem layanan kesehatan, hingga mekanisme penanganan kegawatdaruratan harus dipastikan berjalan optimal.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa saat memimpin Rapat koordinasi kesiapan jajaran kesehatan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII tahun 2026.
“PENAS merupakan kegiatan nasional yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kesiapan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas bersama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, sehat, dan lancar,” kata Anang Otoluwa, Jumat, 22 Mei 2026.
Anang menjelaskan, sebanyak 220 tenaga medis dan tenaga kesehatan akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan PENAS XVII 2026. Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik pelayanan kesehatan, mulai dari posko home stay, posko penginapan, posko pameran, posko seremonial, layanan wisata, hingga rumah sakit lapangan dan rumah sakit rujukan.
Pada rapat tersebut juga membahas mekanisme skrining kesehatan peserta yang akan dilakukan sejak kedatangan. Skrining dilakukan melalui pengisian Google Form terkait riwayat penyakit menular maupun tidak menular, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan di posko home stay dan titik kedatangan peserta.
Selain itu, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menyiapkan sistem pelayanan kesehatan terpadu selama kegiatan berlangsung. Setiap posko kesehatan akan diperkuat dokter, perawat, tenaga surveilans, serta dukungan ambulans dan tenaga evakuasi medis.
Untuk mengantisipasi kondisi kegawatdaruratan, rumah sakit lapangan juga akan dilengkapi ICU mini, termasuk kesiapan rumah sakit rujukan yang diminta menyediakan satu tempat tidur emergency khusus peserta PENAS.
Adapun rumah sakit rujukan yang disiapkan dalam mendukung pelayanan kesehatan selama PENAS XVII 2026 meliputi RSUD Ainun Habibie, RSUD dr. M.M. Dunda Limboto, RS Aloei Saboe, serta sejumlah rumah sakit lainnya yang akan mendukung sistem rujukan dan penanganan medis selama kegiatan berlangsung.
Anang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kerja cepat seluruh jajaran kesehatan agar pelayanan kesehatan selama PENAS dapat berjalan efektif, responsif, dan terintegrasi.
Rapat ini dihadiri Sekretaris Dinas Jeane Istanti Dalie, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Andriyanto Abdussamad dan bidang terkait yang ada dilingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....