Persoalan Sosial, Kekerasan, dan Bencana Berdampak Psikologis Bagi Masyarakat

  • 10 Mei 2026 11:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Berbagai persoalan sosial, kekerasan, bencana, maupun tekanan kehidupan dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban maupun masyarakat secara umum.

Oleh karena itu, kemampuan dalam melakukan trauma healing dan pengelolaan stres menjadi sangat penting agar proses pendampingan dapat berjalan secara tepat, humanis, dan profesional.

Hal ini disampaikan Nizma H Bin Sanad Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pohuwato pada Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Trauma Healing dan Manajemen Stres yang berlangsung di Hotel Amaris Kota Gorontalo.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kompetensi dalam manajemen dan penanganan kasus, khususnya terkait pemulihan trauma dan pengendalian stres, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” kata Nizma Sanad, Minggu, 10 Mei 2026.

Nizma menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kegiatan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pendamping, petugas layanan, serta pihak-pihak terkait dalam penanganan kasus perempuan dan anak yang memerlukan pendampingan psikososial.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung melalui anggaran Dana Alokasi Khusus Non-Fisik (DAK NF) yang diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Nizma juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan perlindungan perempuan dan anak yang lebih baik di Kabupaten Pohuwato.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas P3A dan PMD Provinsi Gorontalo, sejumlah pemateri manajemen dan penanganan kasus, serta peserta pelatihan pemberi layanan perempuan dan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....