Dinkes Minta RS Tingkatkan Kompetensi dan Tata Kelola Hadapi Implementasi iDRG

  • 02 Apr 2026 22:34 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Transformasi sistem pembiayaan layanan kesehatan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis pada kebutuhan riil sangat penting pada pelayanan rumah sakit. Penerapan sistem Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas layanan kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa pada workshop yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Wilayah Gorontalo dengan tema Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi dan Konsep iDRG yang Berkelanjutan di Provinsi Gorontalo, Kamis, 2 April 2026.

Anang menjelaskan iDRG merupakan sistem pengelompokan kasus pasien berdasarkan diagnosis, tindakan medis, serta komorbiditas yang bertujuan untuk menghasilkan perhitungan tarif klaim layanan yang lebih akurat dan adil dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Sistem ini dirancang lebih komprehensif dengan 27 Major Diagnostic Categories (MDC), sehingga mampu mencerminkan biaya riil pelayanan rumah sakit.

Anang menegaskan bahwa kesiapan rumah sakit dalam mengadopsi iDRG sangat bergantung pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan tata kelola klinis, serta integrasi sistem informasi kesehatan.

“Implementasi iDRG bukan sekadar perubahan sistem tarif, tetapi merupakan transformasi menyeluruh dalam manajemen pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta komitmen bersama agar sistem ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Anang.

Ia juga mengapresiasi inisiatif PERSI Wilayah Gorontalo yang telah menggelar workshop tersebut sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi kebijakan baru di bidang pembiayaan kesehatan.

“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh rumah sakit di Gorontalo dapat meningkatkan kesiapan dalam implementasi iDRG, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih berkualitas, efisien, dan berkeadilan,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota PERSI, tenaga medis, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan di Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong sistem layanan kesehatan yang adaptif dan berkelanjutan. (mcgorontaloprov/ilb/md)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....