Semnas Layanan Gizi Berbasis AI Warnai Reuni Alumni Akademi Gizi Manado
- 25 Mar 2026 16:43 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Momentum reuni Alumni Akademi Gizi Manado tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kontribusi tenaga gizi dalam pembangunan kesehatan.
“Reuni ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi dan melahirkan inovasi. Tenaga gizi memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence dalam pelayanan,” kata Anang Otoluwa Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Rabu, 25 Maret 2026 .
Anang menjelaskan reuni Akademi Gizi Manado ini dilaksanakan pada hari Senin lalu dengan mengeglar seminar nasional. Dalam seminar ini Anang juga menekankan bahwa sinergi lintas sektor dan peningkatan kompetensi menjadi kunci dalam menjawab tantangan masalah gizi yang masih dihadapi masyarakat.
Seminar nasional ini turut menghadirkan keynote speech dari Direktur Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Yudi Pramono, yang menyoroti pentingnya penguatan tenaga kesehatan sebagai fondasi transformasi sistem kesehatan nasional.
Dalam paparannya, Yudi menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan elemen utama dalam keberhasilan transformasi layanan kesehatan.
“Tenaga kesehatan adalah wajah dari sistem kesehatan. Transformasi kesehatan tidak akan berjalan tanpa penguatan kapasitas, pemerataan distribusi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dan artificial intelligence,” jelas Yudi.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas profesi menjadi semakin penting dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan welcome speech dari Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo Masrif, serta menghadirkan sejumlah pembicara utama, di antaranya Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Doddy Izwardy, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, praktisi AI kesehatan Abdurrahman Rahim Thaha, dan Ketua DPD Pergizi Pangan Gorontalo sekaligus dosen Poltekkes Kemenkes Gorontalo Arifasno Napu.
Antusiasme peserta terhadap seminar nasional ini terlihat sangat tinggi. Peserta kegiatan secara luring terdiri dari sekitar 200 orang yang merupakan alumni Akademi Gizi Manado dari berbagai angkatan, dosen, serta tamu undangan. Sementara itu, partisipasi secara daring juga menunjukkan angka yang signifikan, dengan sebanyak 825 peserta tercatat mengikuti kegiatan melalui Learning Management System (LMS).
Kegiatan ini dipusatkan di Aula Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan berlangsung secara hybrid, memadukan kehadiran peserta secara luring dan daring dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali dengan Seminar Nasional bertema “Sinergi Profesi Kesehatan dalam Mendukung Layanan Gizi Berbasis Artificial Intelligence”, yang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menghadapi perkembangan teknologi kesehatan, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam layanan gizi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antarprofesi kesehatan dalam mendorong inovasi layanan gizi berbasis teknologi, sekaligus memperkuat peran tenaga gizi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (mcgorontaloprov/ilb/md)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....