Dinas PPPA-PMD Apresiasi Kolaborasi Merdeka Stunting 2026
- 24 Agt 2026 11:01 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman menilai kolaborasi lintas sektor merupakan langkah penting karena persoalan stunting tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.
Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada POGI Cabang Gorontalo, Pegadaian Area Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Fakultas Kedokteran UNG, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan Merdeka Stunting 2026. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi dan kepedulian terhadap kualitas generasi Gorontalo di masa depan,” kata Yana pada kegiatan Merdeka Stunting 2026, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurutnya, tema “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting” mengandung pesan yang sangat kuat. Upaya pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan. Kesehatan ibu, kecukupan gizi, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemantauan pertumbuhan janin, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan yang dilaksanakan POGI Cabang Gorontalo melalui kolaborasi bersama Pegadaian Area Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, dan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo tersebut berlangsung di Kantor Pegadaian Cabang Kota Selatan.
Sebanyak 30 ibu hamil dari berbagai wilayah di Kota Gorontalo mengikuti kegiatan yang menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan edukasi sebagai upaya nyata dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Dalam kegiatan tersebut, para ibu hamil mendapatkan berbagai layanan, di antaranya edukasi mengenai gizi dan pencegahan stunting, pemeriksaan USG dan kesehatan ibu hamil, konsultasi gratis dengan dokter spesialis kandungan, pemberian multivitamin untuk enam bulan ke depan, serta pembagian sembako sehat.
Yana menegaskan bahwa perhatian terhadap ibu hamil merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak. Seorang anak yang sehat dan berkualitas harus dipersiapkan sejak awal kehidupannya, termasuk dengan memastikan ibu memperoleh pelayanan kesehatan, informasi, dan dukungan yang memadai selama masa kehamilan.
"Bagi kami di Dinas PPPA-PMD, upaya pencegahan stunting juga berkaitan erat dengan pembangunan manusia, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Karena itu, keluarga dan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam gerakan bersama mencegah stunting,” tambahnya.
Yana berharap kegiatan seperti Merdeka Stunting tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak ibu hamil, keluarga, dan masyarakat hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
Melalui penguatan peran keluarga, kader, Posyandu, pemerintah desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, dunia usaha, akademisi, serta seluruh unsur masyarakat, diharapkan pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih terpadu.
"Mencegah stunting berarti menyiapkan masa depan. Karena itu, perhatian kepada ibu hamil bukan hanya soal kesehatan hari ini, tetapi merupakan investasi bagi lahirnya generasi Gorontalo yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Yana.
Ia berharap semangat Merdeka Stunting 2026 terus menjadi gerakan bersama, mulai dari ibu hamil, dari keluarga, dan dari lingkungan terdekat. Karena ibu sehat akan melahirkan generasi yang hebat, dan generasi yang hebat akan membawa masa depan daerah dan bangsa yang lebih kuat. (mcgorontaloprov/fahmi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....