Dukung Ketahanan Pangan, DKP Gorontalo Perkuat Produksi Garam

  • 15 Feb 2026 14:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menegaskan garam merupakan komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan Aryanto, saat melakukan kunjungan kerja ke tambak garam Desa Sidowonge, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung perkembangan usaha garam yang dinilai memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan pasokan garam di daerah itu.

Aryanto menyoroti besarnya potensi lahan garam di Desa Sidowonge yang mencapai sekitar 100 hektare, dan menjadikannya salah satu sentra produksi terbesar di Gorontalo.

Namun, ia mengingatkan bahwa produksi sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama intensitas sinar matahari.

"Usaha garam di Desa Sidowonge ini merupakan salah satu yang terbesar di Gorontalo, dengan luas lahan sekitar 100 hektar yang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan garam. Namun, produksi sangat bergantung pada cuaca, terutama sinar matahari. Jika cuaca mendukung, produksi akan meningkat, sebaliknya jika cuaca kurang baik, produksi akan menurun," ungkap Aryanto.

Ia menjelaskan, garam telah menjadi salah satu program prioritas nasional karena terkait erat dengan ketahanan pangan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi berkomitmen mendorong keberlanjutan dan stabilitas produksi garam agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Garam merupakan salah satu program prioritas nasional dan merupakan isu strategis ketahanan pangan kita. Kami akan terus mendorong dan memberikan dukungan agar produksi garam Gorontalo tetap berkelanjutan dan stabil, serta dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tegasnya.

Berdasarkan data DKP Gorontalo, luas lahan yang telah terintegrasi dengan program garam di Desa Sidowonge mencapai 114 hektar yang dikelola oleh 12 kelompok petani. Pada tahun 2025, produksi garam tercatat sebesar 232.850 kilogram, sementara pada Januari 2026 produksi mencapai 143.550 kilogram.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, sejumlah sarana dan prasarana dibutuhkan para petani, antara lain tiga unit tunnel untuk mempercepat proses produksi, tiga unit gudang penyimpanan, serta 120 rol geomembran (10 rol per kelompok).

Selain itu, diperlukan 12 unit bak penampungan air tua, jalan produksi integrasi sepanjang satu kilometer, serta pemisahan saluran buangan air sawah dari saluran utama pengambilan air muda.

Kunjungan kerja itu dihadiri sejumlah pejabat lingkup DKP Provinsi Gorontalo, di antaranya Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PRL&PSDKP), Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Desain Produk Kelautan Perikanan, serta jajaran administrator, pengawas, dan pelaksana. Kelompok petani garam setempat juga turut serta dalam kegiatan tersebut.(mcgorontaloprov/yanto)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....