Komisi III Deprov: Akses Nelayan Danau Limboto Ditargetkan Dibuka Pekan Depan
- 10 Sep 2026 09:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kabupaten Gorontalo — Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II segera membuka akses jalur perahu menuju kawasan Danau Limboto di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Permintaan tersebut disampaikan saat Komisi III berdialog dengan masyarakat dan para nelayan di Masjid Birrul Walidain, Desa Pentadio Barat, Rabu 9 September 2026.
Para nelayan mengeluhkan sulitnya akses menuju kawasan danau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari Danau Limboto.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan persoalan tersebut membutuhkan solusi jangka pendek agar nelayan dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
“Yang hari ini mereka butuhkan adalah solusi jangka pendek. Kira-kira apa dari Balai Sungai? Karena hanya di situlah mata pencaharian Bapak-Bapak ini. Mereka membutuhkan campur tangan pemerintah untuk bisa mengeksekusi apa yang menjadi keluh kesah mereka,” ujar Espin.
Espin juga meminta kepastian dari BWS mengenai rencana dan waktu pelaksanaan pembukaan akses jalur perahu.
“Kapan eksekusi untuk pembukaan jalan menuju Danau Limboto agar Bapak-Bapak nelayan ini bisa melaksanakan kehidupan atau mata pencahariannya?” tegasnya.
Perwakilan BPD Desa Pentadio Barat menyebut akses tersebut merupakan urat nadi ekonomi masyarakat. Selain persoalan sedimentasi, jalur perahu juga terhambat batang pohon kelapa dan kayu yang terbawa arus saat musim penghujan.
Masyarakat meminta BWS memberikan kepastian pelaksanaan dan tidak sekadar menyampaikan janji tindak lanjut. Mereka juga meminta pengoperasian alat pemerintah tidak dibebankan kepada nelayan, termasuk dalam hal kebutuhan bahan bakar minyak.
Menanggapi hal tersebut, BWS Sulawesi II Gorontalo menjelaskan bahwa laporan mengenai kondisi akses telah diterima sekitar 10 hari sebelumnya. Namun, pekerjaan belum dapat dilakukan karena alat berat amfibi yang akan digunakan mengalami kerusakan.
BWS menyampaikan suku cadang pengganti telah tersedia dan teknisi dijadwalkan melakukan perbaikan. BWS meminta waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk menyelesaikan perbaikan alat sekaligus mempersiapkan kebutuhan operasional.
Setelah alat siap, pekerjaan pembukaan akses akan segera dilakukan. Dalam forum tersebut, masyarakat memberikan toleransi maksimal lima hari, dengan target pekerjaan sudah dapat dimulai paling lambat Senin pekan berikutnya.
Selain akses nelayan, Komisi III juga menyoroti penyelamatan Danau Limboto secara menyeluruh. Espin mengatakan persoalan pendangkalan, penyempitan dan pertumbuhan eceng gondok perlu ditangani secara berkelanjutan.
BWS bersama pihak terkait saat ini juga melakukan normalisasi sejumlah sungai yang mengalir menuju Danau Limboto. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian sedimentasi dan menjaga keberlangsungan fungsi danau.
Espin menegaskan penyelamatan Danau Limboto bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga diminta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun danau serta menghindari penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem.
Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo mendorong solusi jangka menengah melalui program budidaya tematik. Program tersebut akan dikoordinasikan dengan BWS dan Dinas Perikanan Kabupaten untuk menentukan lahan serta kelompok masyarakat yang berpotensi menjadi penerima.
Espin memastikan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo akan mengawal hasil dialog tersebut, terutama target pembukaan akses dalam waktu dekat.
“Insyaallah target jangka pendek ini bisa dikerjakan oleh Bapak-Bapak dari Balai Sungai. Pak Rolan sudah menggaransi kalau alat sudah baik, mulai bekerja, paling tidak hari Senin,” kata Espin.
Ia berharap hasil pertemuan tidak berhenti pada forum dialog, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan di lapangan sehingga para nelayan dapat kembali beraktivitas dan memperoleh penghasilan dari Danau Limboto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....