DPRD Gorontalo Utara Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

  • 11 Jul 2026 21:39 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – DPRD Kabupaten Gorontalo Utara terus menerima aduan dan laporan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tingginya angka kekerasan terhadap anak di daerah tersebut menjadi perhatian serius sekaligus pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat kerap disampaikan kepada pemerintah daerah maupun DPRD agar mendapatkan penanganan dan solusi yang tepat. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Windra Lagarusu, mengatakan selain membidangi pendidikan dan kesehatan, komisinya juga menerima berbagai laporan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurut Windra, Komisi III DPRD Gorontalo Utara merupakan mitra kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Melalui kemitraan tersebut, DPRD terus mendorong penguatan program perlindungan perempuan dan anak guna menekan angka kekerasan di daerah.

"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya kekerasan," ujarnya.

Ia mengakui Kabupaten Gorontalo Utara masih menjadi salah satu daerah di Provinsi Gorontalo dengan angka kasus kekerasan terhadap anak yang relatif tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemangku adat dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Windra menambahkan, upaya pencegahan harus dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak juga perlu ditingkatkan agar mereka terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....