Kemenhaj Gorontalo Tekankan Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji

  • 15 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya pemenuhan istitha’ah kesehatan bagi setiap calon jemaah haji sebagai bagian utama sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kondisi kesehatan yang terjaga dinilai menjadi salah satu kunci agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, mengatakan istitha’ah kesehatan tidak boleh dipandang hanya sebagai persyaratan administratif, tetapi harus menjadi perhatian jemaah sejak jauh sebelum keberangkatan.

“Jemaah harus memahami bahwa kesehatan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan harus dilakukan secara serius,” kata Mansur, Sabtu 15 Agustus 2026.

Mansur menyebut penyelenggaraan ibadah haji Gorontalo dalam dua tahun terakhir menunjukkan capaian positif. Seluruh jemaah asal Gorontalo yang diberangkatkan ke Tanah Suci dapat kembali ke daerah masing-masing tanpa ada jemaah yang tertinggal akibat sakit maupun meninggal dunia.

“Alhamdulillah, dua tahun terakhir kita mampu memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji 100 persen. Tidak ada yang tertinggal di Tanah Suci karena sakit maupun meninggal dunia,” ucapnya.

Capaian tersebut turut mengantarkan Gorontalo memperoleh penghargaan dari Kemenhaj RI, masing-masing terkait serapan kuota haji tertinggi serta kepatuhan dalam pengawasan istitha’ah kesehatan jemaah.

Menurut Mansur, keberhasilan menjaga kondisi jemaah tidak terlepas dari peran tenaga kesehatan yang melakukan pendampingan sejak sebelum keberangkatan hingga selama jemaah menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Teman-teman tenaga kesehatan lebih awal mengunjungi, mengawal, membina dan mendampingi jemaah. Mereka juga terus mengingatkan jemaah menjaga kesehatan dan mengonsumsi obat sesuai anjuran,” tambahnya.

Mansur mencontohkan pengalaman penyelenggaraan haji sebelumnya ketika sekitar 12 jemaah diduga mengalami tuberkulosis. Pendampingan intensif tenaga kesehatan membuat para jemaah tetap mengikuti pengobatan sekaligus menjaga kondisi kesehatan hingga akhirnya dinyatakan negatif.

“Karena keteguhan pendampingan dari tenaga kesehatan, mereka terus dikawal untuk minum obat dan menjaga kesehatan. Hasilnya, ke-12 jemaah tersebut dinyatakan negatif dan dapat menjalankan ibadah haji,” ucap Mansur.

Ia berharap pola pendampingan dan pengawasan kesehatan tersebut terus dipertahankan. Mansur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah menjalankan tugas mendampingi jemaah, sekaligus mendoakan agar mereka senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....