335 Hari Mengabdi, Kaswad Sartono Tinggalkan Jejak di Gorontalo

  • 11 Jun 2026 14:59 WIB
  •  Gorontalo


RRI.CO.ID, Gorontalo – Suasana haru menyelimuti Gedung El-Madina Asrama Haji Gorontalo saat ratusan aparatur sipil negara (ASN), tokoh lintas agama, dan mitra kerja melepas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dr. H. Kaswad Sartono, dalam acara pamit alih tugas pada Senin 8 Juni 2026

Meski hanya memimpin selama 335 hari, sosok Kaswad Sartono meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar Kementerian Agama Gorontalo. Momen perpisahan berlangsung penuh emosi ketika ia menyampaikan salam perpisahan dalam bentuk bait puisi yang menggambarkan perjalanan pengabdiannya di tanah Serambi Madinah.

"Hari ini saya berdiri di antara kenangan dan masa depan, di antara pelukan persaudaraan dan panggilan pengabdian berikutnya," ucap Kaswad Sartono dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Ia mengenang awal kedatangannya ke Gorontalo dengan membawa keyakinan bahwa sebuah jabatan bukan sekadar posisi, melainkan kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan umat.

"335 hari yang lalu, langit Gorontalo menyambut langkah kecil saya saat amanah itu dititipkan oleh negeri. Saya datang membawa satu keyakinan bahwa pengabdian bukan tentang jabatan, melainkan tentang manfaat yang ditinggalkan," kata Kaswad.

Selama masa kepemimpinannya, ia menilai kerukunan antarumat beragama di Gorontalo merupakan kekuatan nyata yang tumbuh dari kehidupan masyarakat. Bersama 2.584 jajaran Kementerian Agama, berbagai program dijalankan mulai dari Safari Subuh hingga transformasi pelayanan publik.

Kaswad menyampaikan bahwa meskipun kini kembali mengabdi di lingkungan akademik UIN Alauddin Makassar dan pesantren di Sidrap, kenangan serta ikatan batinnya dengan Gorontalo akan tetap terjaga.

"Hari ini kami berdua pamit. Namun sesungguhnya bagaimana mungkin seseorang benar-benar bisa pergi dari tempat yang ia cintai. Langkahku mungkin akan menapaki kampus, tetapi sebagian jiwa saya akan tetap tinggal di Gorontalo. Sebab cinta tidak mengenal mutasi, ia hanya berpindah bentuk," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kaswad bersama sang istri, Hj. Suriyani Kaswad, juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Kementerian Agama apabila selama masa kepemimpinan terdapat sikap maupun keputusan yang belum memenuhi harapan.

Sebelum mengakhiri pengabdiannya di Gorontalo, ia menitipkan sejumlah amanah terkait pengelolaan aset umat dan pengembangan pendidikan Islam. Ia juga mengajak seluruh ASN Kemenag untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, serta melanjutkan perjuangan membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....