Porsema I Gorontalo Ditutup, Juara Dapat Jalur Prestasi ke Madrasah Unggulan
- 11 Jun 2026 13:03 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) I tingkat Provinsi Gorontalo resmi berakhir. Kegiatan yang mempertemukan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Gorontalo itu ditutup oleh Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, di Aula Indoor Kanwil Kemenag Gorontalo, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Mahmud Y. Bobihu menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Porsema perdana tersebut. Ia memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Masrul, yang dinilai telah menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan sejak beberapa bulan sebelumnya.
“Ini adalah kegiatan pertama sekaligus yang terakhir buat Pak Kabid, Pak Masrul. Seluruh rangkaian acara ini sukses terlaksana berkat perencanaan matang yang beliau rancang sejak beberapa bulan lalu. Alhamdulillah berjalan dengan sukses,” ucap Mahmud.
Pada kesempatan itu, Mahmud membawa kabar menggembirakan bagi para peserta yang berhasil menjadi juara. Ia memastikan seluruh siswa peraih prestasi akan memperoleh kemudahan masuk Madrasah Unggulan melalui jalur prestasi tanpa harus mengikuti tes seleksi masuk.
“Bagi anak-anakku yang meraih juara tahun ini, jika ingin masuk ke Madrasah Unggulan, akan langsung diterima melalui jalur prestasi tanpa perlu mengikuti ujian masuk lagi,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme peserta, Mahmud berencana menjadikan Porsema sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama pada 3 Januari 2027. Ia juga menargetkan pelaksanaan Porsema mendatang akan lebih meriah dengan tambahan dana pembinaan bagi para juara.
Mahmud menegaskan bahwa Porsema bukan sekadar ajang mencari siswa yang paling unggul dalam olahraga maupun seni, tetapi menjadi wadah membangun sportivitas, kepercayaan diri, dan keberanian tampil di hadapan publik.
“Ada anak yang sebenarnya tahu dan mampu, tapi takut tampil. Nah, kegiatan inilah yang melatih keberanian mereka. Bagi yang belum juara hari ini, tidak perlu berkecil hati. Jadikan ini motivasi untuk belajar lebih giat agar esok bisa menjadi juara,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru pembimbing yang terus mendampingi dan mengembangkan potensi siswa, baik pada bidang akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, dedikasi guru menjadi faktor penting dalam mencetak generasi madrasah yang berprestasi.
Suasana penutupan berlangsung penuh keakraban. Mahmud bahkan memberikan candaan untuk memotivasi kontingen Kabupaten Gorontalo Utara agar mampu meningkatkan prestasi pada Porsema berikutnya setelah dominasi Kota Gorontalo pada perolehan juara tahun ini.
“Tadi saat pengumuman, dari 10 kali disebut, Kota terus yang mendominasi, Gorut hanya sekali. Tahun depan Gorut harus semangat, biar piala bergilirnya bisa pindah ke Gorut,” ujarnya disambut tawa para guru dan peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....