Kanwil Kemenag Gorontalo Dorong ASN Jadi Perekat Bangsa di HUT RI ke-81
- 18 Agt 2026 21:19 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kanwil Kemenag Gorontalo, Senin 17 Agustus 2026.
Upacara tersebut diikuti jajaran Kepala Bidang, Pembimas, Ketua Tim, serta seluruh ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.
Dalam amanatnya, Mahmud menekankan peran strategis Kementerian Agama dalam menerjemahkan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, melalui penguatan nilai spiritual dan kehidupan sosial keagamaan.
Menurutnya, makna kedaulatan tidak sebatas pada kemampuan mempertahankan wilayah, tetapi juga mencakup ketahanan mental, moral, dan spiritual masyarakat. Karena itu, Kementerian Agama dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai agama menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa.
Mahmud juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman sebagai bagian dari kedaulatan bangsa. Ia meminta jajaran Kemenag memastikan perbedaan latar belakang tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam aspek keadilan dan kemakmuran, seluruh ASN diminta memberikan pelayanan publik secara inklusif, objektif, dan bebas diskriminasi. Setiap masyarakat, kata Mahmud, berhak memperoleh akses pelayanan serta pendidikan keagamaan yang setara dan berkualitas.
Ia menilai kerukunan antarumat beragama juga menjadi modal penting dalam menciptakan stabilitas sosial. Kondisi masyarakat yang harmonis diyakini dapat mendukung produktivitas sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan.
Memasuki satu dekade menuju satu abad Indonesia Merdeka, Mahmud menyampaikan tiga arahan kepada ASN Kemenag Gorontalo. Pertama, memperkuat integritas dan profesionalitas dengan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian dan rasa syukur atas kemerdekaan.
Kedua, ASN diminta menjadi agen perekat bangsa dengan terus menjaga dan memperkuat toleransi di lingkungan kerja maupun masyarakat. Ketiga, jajaran Kemenag didorong melakukan inovasi pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi agar layanan keagamaan semakin cepat, mudah, dan transparan.
Upacara kemudian ditutup dengan doa untuk mengenang jasa para pahlawan serta memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mahmud juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang tengah terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah.
Ia berharap masyarakat yang menjadi korban bencana diberikan kekuatan, mereka yang sakit segera memperoleh kesembuhan, sementara keluarga korban meninggal dunia diberikan ketabahan dan para penyintas dapat segera memulihkan kehidupan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....