BKKBN-BI Gorontalo Perkuat Edukasi Stunting, LEBEGACOR Keempat Hadir di Biluhu
- 21 Mei 2026 12:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo kembali menggelar Program LEBEGACOR (Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah) yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan nutrisi berupa sembako kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Olahraga Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Senin 11 Mei 2026. Pelaksanaan di Kecamatan Biluhu menjadi kegiatan keempat Program LEBEGACOR yang terus menyasar masyarakat sebagai bentuk intervensi percepatan penurunan stunting melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan nutrisi bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga memperkuat edukasi langsung kepada masyarakat. Peserta diberikan pemahaman terkait pentingnya pencegahan stunting sejak dini dalam lingkungan keluarga. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya tumbuh kembang anak yang optimal.
Materi edukasi yang disampaikan menekankan bahwa stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan, bahkan idealnya dimulai sejak usia remaja dan masa pranikah. Fokus pencegahan paling krusial berada pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Pada fase tersebut, pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta lingkungan sehat menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan pemahaman itu, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa stunting dapat dicegah bersama.
Selain edukasi pencegahan stunting, peserta juga dibekali pemahaman mengenai literasi keuangan keluarga melalui program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan sistem pembayaran digital yang aman seperti QRIS. Fasilitator dari Bank Indonesia Gorontalo memberikan pemahaman tentang pentingnya mengenali ciri keaslian uang rupiah serta pengelolaan keuangan rumah tangga secara bijak.
Peserta juga diedukasi agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan transaksi yang semakin marak terjadi di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan keluarga dari sisi ekonomi.
Koordinator Program GENTING Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Abd. Wahab Adju, menegaskan bahwa penguatan edukasi kesehatan keluarga dan literasi keuangan memiliki keterkaitan erat dalam membangun keluarga berkualitas. Menurutnya, tantangan bonus demografi harus disiapkan melalui penguatan sumber daya manusia sejak dini.
“Dua gerakan ini sangat krusial dan saling bersinambungan. Menghadapi bonus demografi ke depan, kita perlu memperkuat SDM sejak dini, baik dari sisi kesehatan keluarga maupun pemahaman literasi keuangan agar keluarga Indonesia semakin siap dan kuat,” ujarnya.
Ia berharap edukasi seperti ini dapat terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gorontalo, Rismawaty Arsyad, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2024 berada di angka 28,3 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 34,7 persen, meskipun masih berada di atas rata-rata nasional.
Khusus Kecamatan Biluhu, target intervensi bagi 57 Keluarga Berisiko Stunting bahkan telah terlampaui melalui pelaksanaan kegiatan ini.
“Ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi agar angka stunting semakin menurun,” katanya.
Camat Biluhu, Allab Januar Arbie, turut mengapresiasi kolaborasi antara BKKBN dan Bank Indonesia Gorontalo yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi mengenai stunting dan pengelolaan keuangan keluarga dianggap sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah Biluhu.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Salah satu peserta, Karmawati, mengaku kini lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan pengelolaan keuangan keluarga setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan nutrisi yang diterimanya bersama keluarga.
Kegiatan berlangsung penuh semangat, dipenuhi bapak, ibu, hingga anak-anak yang aktif mengikuti diskusi dan menjawab pertanyaan dari tim fasilitator BKKBN dan Bank Indonesia Gorontalo.
Menutup kegiatan tersebut, Koordinator Program GENTING Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Abd. Wahab Adju berharap kolaborasi melalui Program LEBEGACOR dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah di Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan stunting dan penguatan literasi keuangan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat.
“Harapan kami, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga gizi keluarga, pola asuh anak, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga yang bijak. Jika keluarga kuat dan teredukasi, maka upaya melahirkan generasi sehat dan berkualitas akan lebih mudah tercapai,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....