Kemenag Gorontalo Tinjau Rehabilitasi Madrasah di Pohuwato

  • 30 Apr 2026 13:30 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pohuwato pada Selasa (28/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau sejumlah madrasah, yakni MAN 1 Pohuwato, MTsS Al-Busro, MIN 1 Pohuwato, serta MIS Al-Khairaat Paguat.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui program PHTC. Turut mendampingi, Kepala Kantor Kemenag Pohuwato H. Rais Abaidata, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Gorontalo H. Masjrul Janto Usman beserta tim monitoring, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Pohuwato H. Erman Hubu.

Di sela kunjungan, Kaswad memberikan arahan kepada para kepala madrasah dan guru. Ia mengaku melihat kondisi madrasah dari dua perspektif berbeda.

“Sebagai pendiri madrasah di Sidrap, saya merasa bangga. Namun sebagai bagian dari Kementerian Agama, saya juga merasa tertantang bahkan prihatin melihat berbagai keterbatasan yang masih ada,” ujarnya.

Menurutnya, madrasah swasta lahir dari semangat pengabdian tinggi masyarakat. Meski memiliki keterbatasan, para guru tetap menjalankan proses pendidikan dengan penuh dedikasi.

“Guru yang hanya sembilan orang, tetapi mampu menjalankan proses pendidikan dengan baik tanpa banyak keluhan, ini menunjukkan semangat luar biasa,” ungkapnya saat berada di MTsS Al-Busyra Paguat.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur dasar, seperti akses jalan, pagar, dan fasilitas penunjang lainnya. Ia mendorong kolaborasi antara madrasah dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Kaswad juga menjelaskan bahwa secara nasional, sekitar 90 persen madrasah di Indonesia berstatus swasta. Hal ini menunjukkan besarnya peran masyarakat dalam mendukung pendidikan keagamaan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan madrasah tidak hanya bergantung pada sarana prasarana, tetapi juga pada kualitas pendidikan.

“Kalau sarana kita masih terbatas, maka kita harus menjual mutu. Tampilkan keunggulan yang kita miliki, misalnya dalam pembelajaran Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia pun berbagi pengalaman dalam membangun pesantren dengan fasilitas terbatas, namun mampu berkembang pesat karena fokus pada kualitas pembelajaran dan pembinaan dakwah.

“Dalam waktu singkat, siswa sudah bisa tampil di masjid, berceramah, dan menunjukkan kemampuan mereka. Orang tua bangga, masyarakat percaya,” katanya.

Kaswad mengingatkan bahwa banyak lembaga pendidikan besar berawal dari jumlah kecil. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan program.

Ia juga mendorong madrasah untuk terus berinovasi serta menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat.

“Madrasah harus tampil percaya diri di tengah masyarakat. Walaupun memiliki keterbatasan, tetapi harus mampu menunjukkan kualitas, akhlak, dan manfaat nyata,” tuturnya.

Di akhir arahannya, Kaswad berharap kunjungan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Pohuwato.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk kemajuan madrasah ke depan, serta mampu melahirkan generasi unggul dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....