Kanwil Kemenag–BKKBN Gorontalo Perkuat Sinergi Tangani Masalah Keluarga
- 30 Apr 2026 13:09 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, menerima kunjungan silaturahmi Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo, Joko Wiyanto, di ruang kerjanya, Kamis (30/04/2026). Pertemuan ini membahas langkah strategis dalam membangun kolaborasi lintas sektoral guna menangani persoalan keluarga yang semakin kompleks.
Dalam pertemuan tersebut, Kaswad Sartono menegaskan bahwa persoalan keluarga merupakan fondasi krusial dalam pembangunan masyarakat. Ia menyebut, ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan suami-istri, tetapi juga mencakup pemahaman keagamaan, kerukunan, kesehatan mental anak, hingga tantangan kebangsaan.
“Keluarga itu masalah yang sangat krusial. Seringkali mendidik anak kandung jauh lebih sulit dibanding mendidik anak orang lain. Banyak profesor yang sukses melahirkan sarjana, namun di sisi lain menghadapi problematika luar biasa dalam mendidik anaknya sendiri karena faktor kasih sayang yang berlebihan,” ujar Kaswad.
Ia juga memaparkan data tahun 2024 yang menunjukkan tren mengkhawatirkan di Provinsi Gorontalo. Dari sekitar empat ribu kasus pernikahan, angka perceraian tercatat cukup tinggi, mencapai sekitar 24 persen.
“Jika satu pasangan yang bercerai memiliki dua anak, maka ada sekitar 4.000 anak yang menjadi korban setiap tahunnya. Kita harus memiliki data pasti terkait posisi anak-anak ini agar pembinaan keluarga Sakinah benar-benar berbasis data, bukan sekadar pencatatan pernikahan,” tegasnya.
Sebagai upaya konkret, Kanwil Kemenag Gorontalo telah meluncurkan inovasi KUA Transformasi yang berlokasi di Kecamatan Kota Selatan. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan peran penyuluh agama dengan petugas lapangan BKKBN dalam satu wadah pemberdayaan keluarga.
Kaswad berharap, sinergi antara kedua lembaga dapat memperkuat validasi data keluarga sehingga intervensi program menjadi lebih tepat sasaran. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyaluran zakat, penguatan majelis taklim, hingga moderasi beragama.
“Saya ingin kita tidak lagi menjadi seperti menara gading yang tinggi secara akademik tapi dampaknya tidak sampai ke masyarakat bawah. Melalui KUA Transformasi, kita kawal data keluarga, kita pastikan pernikahan itu legal, pemahaman agamanya baik, dan sumber pendapatannya halal,” lanjutnya.
Menutup pertemuan, Kaswad Sartono menyatakan komitmennya untuk memperbarui nota kesepahaman dengan BKKBN agar kolaborasi yang terjalin memiliki landasan hukum yang kuat dan berkelanjutan.
“Intinya, tugas Kemenag juga dilakukan oleh BKKBN, begitu pun sebaliknya. Mari kita bersatu untuk memastikan keluarga di Gorontalo menjadi keluarga yang berkualitas, baik itu disebut Keluarga Sakinah, Keluarga Sejahtera, maupun Keluarga Harmoni,” pungkasnya.
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Bimas Islam H. Asrul Lasapa, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Hj. Fitriyani Humokor, serta Pembimas Kristen Merry S. Kontu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....