Kakanwil Kemenag Gorontalo Paparkan Inovasi Layanan Kepada Dirjen Bimas Kristen

  • 25 Mar 2026 04:01 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, memaparkan sejumlah inovasi layanan keagamaan di hadapan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, beserta jajaran.

Dalam pemaparannya, Kaswad menjelaskan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan sejak dirinya menerima amanah sebagai Kakanwil pada 30 Juni 2025. Ia menegaskan bahwa inovasi terus didorong guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama.

Salah satu fokus utama adalah transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi pusat layanan keagamaan yang lebih aktif dan responsif. Menurutnya, KUA tidak lagi sekadar melayani administrasi pernikahan, tetapi juga harus hadir sebagai ruang konsultasi dan pembinaan kehidupan beragama masyarakat.

“Kami mencoba menjadikan KUA sebagai role model layanan keagamaan. KUA tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi nikah, tetapi harus hadir sebagai pusat konsultasi dan pembinaan kehidupan beragama masyarakat,” jelas Kaswad.

Selain itu, Kanwil Kemenag Gorontalo juga menggerakkan program pemberdayaan filantropi keagamaan melalui Gerakan Pendataan Potensi dan Pengumpulan Zakat (GP3Z). Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi kedermawanan masyarakat untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

“Filantropi keagamaan di Indonesia sangat luar biasa. Semangat kedermawanan masyarakat inilah yang menjadi kekuatan untuk memperkuat pelayanan umat,” ungkapnya.

Inovasi lainnya adalah Gerakan Rumah Ibadah Bersih, Indah, dan Nyaman (Gembira) yang dilaksanakan secara rutin oleh ASN Kementerian Agama di seluruh wilayah Gorontalo. Melalui program ini, ASN bersama masyarakat bergotong royong membersihkan rumah ibadah lintas agama, baik masjid maupun gereja.

“ASN Kementerian Agama bersama masyarakat membersihkan rumah ibadah tanpa melihat perbedaan agama. Umat Islam ikut membersihkan gereja, dan umat Kristen juga ikut membersihkan masjid. Inilah pintu masuk membangun kerukunan yang nyata,” tutur Kaswad.

Ia menyebutkan, hingga menjelang Ramadan, program Gembira telah menyentuh sekitar 782 rumah ibadah di Provinsi Gorontalo.

Kaswad berharap berbagai inovasi tersebut dapat semakin memperkuat harmoni kehidupan beragama di Gorontalo, yang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kebahagiaan tinggi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....