Kakanwil Kemenag Tekankan Umat Cerdas Moderat di Rakerda Pohuwato
- 25 Mar 2026 07:33 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, menegaskan pentingnya mempersiapkan umat masa depan yang cerdas dan moderat dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat kerja tersebut yang dinilainya sebagai momentum strategis untuk menyatukan arah kebijakan serta merumuskan program-program prioritas Kementerian Agama di tingkat daerah.
“Tema yang diangkat pada kegiatan ini merupakan tema nasional, yaitu Mempersiapkan Umat Masa Depan. Tema ini harus menjadi fokus bersama di setiap unit kerja, pada setiap bagian, dan di seluruh lini pelayanan Kementerian Agama,” ujar Kaswad.
Menurutnya, arah kebijakan Kementerian Agama saat ini berorientasi pada upaya mempersiapkan umat yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut sejalan dengan visi Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni terwujudnya masyarakat yang cerdas dan moderat dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kaswad menjelaskan, visi tersebut merupakan harapan besar pemerintah agar kehidupan beragama di Indonesia semakin berkualitas, toleran, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Ia juga menyinggung arah kepemimpinan nasional saat ini, di mana pada era Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama di bawah Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menitikberatkan pada upaya melahirkan umat yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam dan sikap moderat.
“Seluruh unit kerja di Kementerian Agama, baik Bimas Islam, Bimas Kristen, Bimas Katolik, Bimas Hindu, Bimas Buddha hingga Kantor Urusan Agama (KUA), harus memiliki orientasi yang sama yaitu menciptakan masyarakat yang cerdas dan moderat dalam beragama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ukuran kecerdasan beragama dapat dilihat dari sejauh mana umat mampu memahami ajaran agama secara benar serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan, baik melalui madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, maupun berbagai kegiatan pembinaan umat.
Menurutnya, masjid harus terus dioptimalkan fungsinya sebagai pusat pendidikan keagamaan melalui majelis taklim, pengajian, dan berbagai kegiatan pembinaan lainnya.
“Rapat kerja ini diharapkan dapat melahirkan program-program strategis yang mampu memperkuat kualitas pelayanan Kementerian Agama di daerah serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....