Safar Subuh Kemenag Perkuat Spiritual dan Dialog Umat
- 24 Mar 2026 15:13 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Suasana syahdu menyelimuti Masjid Al-Ula, Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, melaksanakan Safari Subuh berjamaah bersama jajaran pejabat Kemenag, termasuk Kabid Bimas Islam H. Asrul Lasapa dan Kakankemenag Bone Bolango, H. Alwin Toma.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga momentum penguatan spiritual sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Kaswad Sartono mengulas pemikiran Imam Al-Ghazali tentang empat klasifikasi nasib manusia di dunia dan akhirat. Pertama, Saidun Fiddunya wa Saqiyyun fil Akhirat, yakni mereka yang bahagia di dunia namun celaka di akhirat karena melalaikan perintah Tuhan.
Kedua, Saqiyyun Fiddunya wa Saqiyyun fil Akhirat, yaitu golongan yang menderita di dunia dan tetap menderita di akhirat. “Inilah golongan yang paling merugi,” ujarnya.
Ketiga, Saqiyyun Fiddunya wa Saidun fil Akhirat, yakni mereka yang hidup dalam ujian dan kesederhanaan di dunia, namun meraih kebahagiaan abadi di akhirat karena kesabaran.
Keempat, Saidun Fiddunya wa Saidun fil Akhirat, yang disebut sebagai golongan ideal, yaitu mereka yang memperoleh kebahagiaan di dunia sekaligus kemuliaan di akhirat.
Selain itu, Kaswad juga menekankan pentingnya menjaga identitas Gorontalo sebagai daerah religius. Ia mengajak masyarakat untuk tetap istiqomah dalam menghargai kearifan lokal, termasuk menghormati jasa para aulia yang telah menyebarkan ajaran Islam di Gorontalo.
“Menghormati para aulia bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk syukur atas jasa mereka yang telah membawa cahaya Islam sehingga Gorontalo menjadi daerah yang sangat memahami agama,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Kaswad menunjukkan sikap terbuka dengan mengajak masyarakat untuk aktif berdialog dan memberikan kritik terhadap kinerja Kementerian Agama.
“Kami hadir untuk melayani. Pintu dialog selalu terbuka. Silakan sampaikan kritik yang membangun jika ada kinerja kami yang belum maksimal. Kritik adalah suplemen bagi kami untuk terus berbenah,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Kakanwil turut mensosialisasikan fokus layanan Kementerian Agama saat ini, meliputi layanan keagamaan, layanan pendidikan keagamaan, serta penguatan kerja sama pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kedamaian antarumat beragama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....