Optimalisasi Fungsi Masjid, Fokus Penguatan Pembelajaran Madrasah

  • 20 Mar 2026 17:22 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, mendorong optimalisasi fungsi masjid sebagai ruang praktik keagamaan bagi peserta didik madrasah. Upaya ini dinilai strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran melalui integrasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta pembinaan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Kaswad Sartono saat menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah yang turut didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Masjrul Janto Usman. Rapat ini diikuti para Ketua Tim Kerja Bidang Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah Negeri jenjang MI, MTs dan MA, pengawas madrasah, serta pejabat teknis terkait.

Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik pembelajaran keagamaan bagi siswa madrasah.

“Masjid harus diramaikan oleh anak-anak madrasah. Mereka belajar langsung menjadi imam, muazin, membaca Al-Qur’an, dan menyampaikan pidato keagamaan. Inilah praktik nyata pembelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, pemanfaatan masjid sebagai ruang praktik merupakan implementasi nyata dari semangat “Kemenag Berdampak”, yakni menghadirkan pendidikan agama yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kaswad juga membagikan pengalaman pembinaan di lingkungan pesantren, di mana peserta didik baru diberikan pelatihan dakwah singkat menjelang Ramadan, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an dan pidato keagamaan.

“Dalam waktu singkat, anak-anak sudah mampu tampil di hadapan masyarakat. Ini memberi kepercayaan diri sekaligus memperlihatkan bahwa madrasah mampu menyiapkan generasi unggul,” ujarnya.

Ia menilai model pembinaan tersebut dapat diadaptasi oleh madrasah, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi ruang publik dan tantangan masa depan.

Lebih lanjut, Kakanwil mendorong madrasah aliyah, khususnya negeri, untuk menyiapkan peserta didik secara sistematis agar mampu bersaing masuk perguruan tinggi, termasuk di luar negeri. Ia menekankan bahwa proses pembinaan menjadi hal yang lebih penting dibanding hasil akhir.

Kaswad juga mencontohkan keberhasilan program Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) yang telah meloloskan banyak lulusannya ke perguruan tinggi di Timur Tengah. Ia turut mendorong sinergi dengan lembaga zakat guna mendukung pembiayaan mahasiswa berprestasi.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kesinambungan kurikulum antarjenjang madrasah, mulai dari MI, MTs hingga MA, khususnya pada mata pelajaran keagamaan dan bahasa.

“Kurikulum harus tersambung, bukan sekadar digabung. Materi yang sudah tuntas di MI tidak boleh diulang di MTs, tetapi dilanjutkan dan diperdalam,” jelasnya.

Ia menambahkan, integrasi kurikulum akan berjalan efektif jika didukung kolaborasi guru lintas jenjang dan kesamaan visi pembelajaran.

Selain itu, Kakanwil juga menyoroti pentingnya uji kompetensi guru berbasis bidang studi sebagai upaya menjaga kualitas pembelajaran. Menurutnya, guru harus benar-benar menguasai materi yang diajarkan.

“Uji kompetensi menjadi alat ukur objektif untuk memastikan kualitas guru,” tegasnya.

Di akhir arahannya, ia menekankan peran strategis kepala madrasah dalam memastikan mutu pendidikan. Kepala madrasah diharapkan memiliki pemahaman menyeluruh terhadap kurikulum dan proses pembelajaran, sehingga mampu melakukan pengawasan dan pengendalian mutu secara efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....