Petugas Haji Gorontalo Pastikan Distribusi Makanan
- 27 Jun 2025 15:42 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Di tengah padatnya aktivitas pelayanan jemaah haji Indonesia pada fase akhir operasional haji 1446 H/2025 M, para petugas haji terus bekerja tanpa mengenal lelah. Salah satu lini layanan vital yang tak luput dari perhatian adalah layanan konsumsi, yang menjadi kebutuhan dasar seluruh jemaah selama di Tanah Suci.
Dua petugas perempuan asal Provinsi Gorontalo, Silvia Akuba dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo dan Shanty Mopangga dari Kankemenag Kabupaten Gorontalo, turut berperan penting dalam memastikan kelancaran distribusi makanan bagi jemaah haji di Daerah Kerja (Daker) Madinah.
Silvia dan Shanty tergabung dalam tim layanan katering PPIH Arab Saudi, yang bertugas melakukan pengawasan langsung di dua hotel pemondokan jemaah haji. Masing-masing hotel yang mereka awasi menampung antara 2 hingga 5 kloter, dengan total jemaah yang mencakup ratusan hingga ribuan orang.
Setiap harinya, Silvia dan Shanty memantau distribusi makanan pada tiga waktu makan utama: sarapan, makan siang, dan makan malam. Tugas mereka meliputi pengawasan ketat mulai dari memastikan jumlah boks makanan sesuai dengan data jemaah, mengecek ketepatan waktu distribusi, hingga memastikan kualitas dan kelayakan makanan yang diterima.
“Makanan harus disalurkan tepat jumlah, tepat waktu, dan terjamin kualitasnya. Ini adalah tanggung jawab besar, apalagi jemaah sangat bergantung pada suplai makanan selama di hotel. Alhamdulillah, hingga saat ini semua berjalan lancar,” ujar Silvia Akuba, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp
Distribusi makanan dilakukan oleh pihak katering yang diserahkan kepada ketua rombongan (karom) di setiap kloter. Setelah menerima makanan, karom menandatangani dokumen faturah atau berita acara serah terima makanan sebagai bukti bahwa makanan telah diterima sesuai jumlah dan waktu yang ditentukan.
Selain pengawasan di lapangan, setiap petugas layanan katering diwajibkan untuk menyampaikan laporan hasil pengawasan mereka melalui Aplikasi Petugas Haji 2025, sebuah sistem pelaporan daring yang terintegrasi dengan pusat data operasional haji Kementerian Agama RI. Laporan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pelayanan, serta bentuk akuntabilitas kerja petugas di lapangan.
Shanty Mopangga juga menambahkan, “Menjadi petugas haji adalah amanah besar yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Kami membawa nama daerah dan mewakili negara, sehingga kami harus bekerja maksimal, apalagi ini berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kebutuhan jemaah.”
Kinerja Silvia dan Shanty, serta petugas haji lainnya, menjadi cerminan dedikasi dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia. Dengan semangat dan komitmen, mereka memastikan bahwa setiap jemaah haji mendapatkan layanan konsumsi yang layak, aman, dan bermutu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Melalui kerja keras dan koordinasi yang baik antar petugas, distribusi makanan bagi jemaah haji di Madinah dapat berjalan dengan lancar dan memastikan para jemaah tetap terjaga kesehatannya untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh berkah. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....