Jemaah Haji Kloter 28 Gorontalo Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

  • 04 Jun 2025 13:44 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Jelang puncak pelaksanaan ibadah haji, khususnya wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1446 H, jemaah haji Kloter 28 UPG asal Provinsi Gorontalo menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin. Pemeriksaan ini difokuskan pada jemaah lanjut usia (lansia) dan yang tergolong dalam kategori risiko tinggi (risti).

Kegiatan pemeriksaan dilakukan Selasa (03/06/25), di Hotel Durat Al-Mashaeir, Mekkah, tempat pemondokan resmi jemaah Kloter 28 UPG. Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 28 UPG, yang terdiri dari dr. Sitti Ali Yosefus selaku dokter kloter dan perawat Moh. Syahrir Arifin, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Dikonfirmasi RRI, melalui via telpon, Rabu (04/06/25), Pembimbing Ibadah H. Syafwan Yusuf Ekie mengutarakan, Pemeriksaan kesehatan meliputi pemantauan tekanan darah, kondisi pernapasan, deteksi gejala dehidrasi, termasuk edukasi kesehatan mengenai pentingnya menjaga stamina fisik dan mental menjelang fase krusial dalam ibadah haji.

“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan jemaah dalam kondisi stabil saat menjalani wukuf di Arafah, yang merupakan puncak haji dan membutuhkan kesiapan fisik yang prima,” ujar Syafwan

Menurutnya, secara umum kondisi kesehatan jemaah cukup baik. Namun, ia tetap mengimbau agar para jemaah meningkatkan konsumsi air putih, menjaga kualitas istirahat, serta menghindari aktivitas fisik berlebihan guna menghindari kelelahan.

Sementara itu, Ketua Kloter 28 UPG, H. Abdurrahman Yusuf, memberikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif para jemaah dalam mengikuti pemeriksaan. Ia menekankan pentingnya menerapkan edukasi kesehatan dalam aktivitas sehari-hari selama berada di Tanah Suci.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah. Fokus utama pelayanan mencakup aspek kesehatan dan pembinaan ibadah guna mewujudkan haji yang mandiri, aman, dan mabrur. (RA)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....