Penanganan Koper Jemaah Haji Provinsi Gorontalo Resmi Dimulai

  • 17 Mei 2025 11:07 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Proses penanganan koper bagasi milik jemaah haji Provinsi Gorontalo resmi dimulai hari ini. Sejak Jumat pagi (16/5/2025), koper-koper milik jemaah mulai berdatangan ke Asrama Haji Gorontalo untuk selanjutnya menjalani proses pemeriksaan dan penimbangan yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.

Anggota Tim Penanganan Barang Bawaan Jemaah, Muchlis Hullah, yang berada langsung di lokasi pengaturan koper menyampaikan bahwa seluruh koper yang diterima sejauh ini berada dalam kondisi baik dan telah memenuhi standar pengamanan.

“Alhamdulillah, koper-koper yang datang semuanya dalam keadaan baik, tertata rapi, dan telah diberi sarung pengaman. Namun, untuk berat masing-masing koper, kita belum bisa memastikan apakah sudah sesuai ketentuan atau belum. Pemeriksaan dan penimbangan akan dilakukan besok,” ujar Muchlis

Pemeriksaan dan penimbangan koper merupakan bagian dari prosedur standar sebelum keberangkatan haji, guna memastikan bagasi jemaah tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan keselamatan dalam proses pengangkutan bagasi menuju Tanah Suci.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo sekaligus Wakil Ketua PPIH Gorontalo, H. Mansur Basir, juga turut memantau langsung proses penerimaan koper jemaah. Ia menyampaikan bahwa koper dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo dijadwalkan tiba secara bertahap di Asrama Haji.

“Yang pertama masuk hari ini adalah koper milik jemaah dari Kota Gorontalo, karena lokasinya paling dekat dengan Asrama Haji. Setelah itu akan menyusul koper dari kabupaten/kota lainnya seperti Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, dan Kabupaten Gorontalo secara bertahap,” jelas H. Mansur

Ia menambahkan bahwa proses ini merupakan bagian penting dari tahapan keberangkatan haji, yang akan memastikan seluruh perlengkapan dan bagasi jemaah telah tertangani dengan baik sebelum mereka memasuki masa karantina asrama menjelang keberangkatan ke embarkasi.Dengan adanya koordinasi intensif antara PPIH, maskapai, petugas lapangan, dan para pengantar koper dari tiap daerah, diharapkan seluruh proses ini dapat berlangsung secara tertib, lancar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....