3 Peluang Usaha yang Tetap Bertahan Ditengah Gempuran Krisis Ekonomi
- 31 Agt 2026 21:41 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian membuat orang mulai lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. Fluktuasi harga , perubahan daya beli masyarakat, perkembangan teknologi hingga ketidakpastian geopolitik dapat memberikan pengaruh terhadap dunia usaha. Namun dalam kondisi ini bukan berarti semua bisnis akan mengalami penurunan.
Justru dalam situasi ekonomi yang sulit ini, muncul peluang bagi usahayang mampu memahami perubahan kebutuhan masyarakat. Bisnis yang menawarkan kebutuhan pokok, harga terjangkau, layanan yang membantu menghemat biaya, atau solusi berbasis teknologi cenderung memiliki peluang untuk tetap bertahan.
lantas usaha apa saja yang memiliki peluang untuk tetap meghasilkan keuntungan ditengah ketidakpastian ekonomi global?
1. Usaha sembako berupa kebutuhan pokok
Dalam kondisi bagaimanapun kebutuhan bahan pokok tidak bisa diabaikan karena merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang. Kebutuhan pokok meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, minyak tanah dan elpiji, ikan, daging, rempah-rempah, tepung garam dan berbagai kebutuhan rumah tangga yang dibutuhkan masyarakat meskipun kondisi ekonomi sedang lemah.
Usaha ini dapat dimulai dari skla kecil, misalnya membuka warung dilingkungan tempat tinggalatau menjual melalui aplikasi pesan isntan dan marketplace. Hal ini akan lebih menarik jika usaha dapat dapat ditawarkan paket hemat atau paket rumah tangga dengan harga yang lebih ekonomis, layanan pesan antar, sistem langganan entah perminggu atau bulanan.
Tips memulai usaha sembako :
- Melakukan riset pasar untuk mempelajari harga produk sembako dipasaran
- Tentukan produk yang akan dijual
- Menghitung dan menentukan berapa modal yang dibutuhkan
- Tentukan lokasi usaha yang strategis
- Memilih produk yang berkualitas yang dibutuhkan pelanggan
- membuat strategi penjualan melalui promosi barang
- Membuat pembukuan untuk mengelola keuangan
2. Bisnis makan minum dengan harga ekonomis.
Makanan dan minuman merupakan kebutuhan yang tidak pernah benar-benar hilang. Namum kondisi ekonomi menekan daya beli, konsumen biasanya menjadi lebih selektif dalam memilih tempat makan.
Peluang dpat muncul dari bisnis makanan dengan konsep murah, enak, praktis dan mengenyangkan. Contohnya katering rumahan, makanan beku (frozen), lauk siap makan, nasi kotak, makanan ringan, hingga minuman dengan harga terjangkau
Tips bisnis makanan minuman :
Kunci keberhasilan bukan hanya menjual makanan, tetapi juga menjaga kualitas, harga, kebersihan serta memberikan pilihan menu yang sesuai dengan kemampuan konsumen
3. Usaha jasa digital UMKM
Perubahan perilaku konsumen membuat keberadaan bisnis didunia digital semakin penting. Banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki produk yang bagus, tetapi belum mampu mengelola media sosial, membuat konten, menjalankan iklan atau membuat merek secara efektif
Hal tersebut membuka peluang bagi orang yang memiliki keterampilan digital untuk menawarkan jasa seperti:
- Pengelolaan media sosial.
- Desain konten promosi.
- Fotografi produk.
- Video pendek untuk promosi.
- Copywriting.
- Pengelolaan marketplace.
- Digital marketing.
- Pembuatan website sederhana.
- Pemanfaatan AI untuk pembuatan konten dan administrasi bisnis.
Keunggulan bisnis jasa digital adalah modal awal yang relatif rendah, dengan komputer atau smartphone, koneksi internet, dan keterampilan yang memadai, seseorang sudah dapat mulai menawarkan jasa kepada pelaku usaha di sekitarnya
Strategi agar usaha tetap menghasilkan saat ekonomi tidak menentu
Pelaku usaha perlu memiliki strategi agar bisnis mampu bertahan menghadapi perubahan daya beli masyarakat
- Fokus Pada Kebutuhan Konsumen
- Jangan terlalu banyak menumpuk stok
- Manfaatkan teknologi
- Tawarkan harga dan paket yang fleksibel
- Pisahkan uang usaha dan uang pribadi
Ketiga peluang usaha yang dapat dipertimbangkan di tengah ketidakpastian ekonomi global adalah usaha sembako dan kebutuhan pokok, bisnis makanan dan minuman terjangkau, jasa digital untuk UMKM, masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, calon pengusaha sebaiknya memilih bidang yang sesuai dengan modal, keterampilan, lokasi, dan kebutuhan pasar di sekitarnya.
Pada akhirnya, keuntungan dalam bisnis bukan hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan pengusaha dalam beradaptasi. Di tengah krisis, konsumen mungkin mengurangi pengeluaran, tetapi kebutuhan dan masalah yang harus diselesaikan tetap ada. Di situlah peluang usaha muncul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....