BI Gorontalo Bawa Empat UMKM Tampil di KKI 2026
- 21 Agt 2026 12:33 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- BI Gorontalo bawa empat UMKM unggulan ke KKI 2026.
- Karawo Gorontalo tampil inovatif dan makin dekat pasar nasional
- ENUKALA Tiar Handycraft tembus 20 besar CITRA NUSA
- KKI 2026 libatkan lebih dari 1.300 UMKM secara daring
RRI.CO.ID, Gorontalo - Empat UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo membawa cerita berbeda ke panggung Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Bukan sekadar memamerkan produk, Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS) hadir dengan misi memperkenalkan kekayaan wastra dan pangan Gorontalo sekaligus membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.
KKI 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta, diselenggarakan Bank Indonesia sebagai bagian dari komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare" dari Aceh yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama, KKI tahun ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Gelaran tersebut dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", KKI 2026 mempertemukan Bank Indonesia dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, mempercepat digitalisasi, serta membuka akses pasar yang lebih luas. Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.
Dari Karawo hingga Produk Pangan Laut
Di tengah ratusan UMKM yang tampil, empat UMKM Gorontalo membawa karakter masing-masing.
Olami memperkenalkan inovasi wastra dan ready-to-wear berbasis sulaman karawo. Produk dikembangkan agar karawo semakin dekat dengan selera konsumen lintas generasi, sekaligus melibatkan sekitar 50 perempuan pengrajin dalam proses produksinya.
Berbeda dengan Olami, Tiar Handycraft mengembangkan kriya dan fesyen berkelanjutan dengan memanfaatkan eceng gondok dari kawasan Danau Limboto. Inovasi tersebut kemudian berkembang ke produk ecoprint hingga perpaduan ecoprint dan karawo, dengan turut memberdayakan tenaga kerja perempuan.
Sementara itu, Serasi Karawo menghadirkan karawo melalui perpaduan ketekunan dan kreativitas. Tradisi “Mo Karawo” tetap dijaga dan diterjemahkan ke dalam berbagai produk, antara lain jilbab dan bros karawo.
Dari sektor pangan, Bilal Mekar Snack (BMS) mengangkat potensi hasil laut Gorontalo menjadi produk olahan seperti abon tuna, sambal ikan, abon tuna kentang, hingga panada tore. Dalam proses produksinya, BMS juga melibatkan masyarakat sekitar.
Keempat UMKM tersebut menunjukkan bahwa kekayaan lokal tidak harus berhenti sebagai produk tradisional. Dengan inovasi, peningkatan kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat, produk daerah dapat dikembangkan untuk menjangkau konsumen nasional bahkan pasar ekspor.
TENUKALA Tembus 20 Besar CITRA NUSA
Semangat tersebut semakin terlihat melalui inovasi Tiar Handycraft bernama TENUKALA, yang berhasil masuk 20 besar Inovasi Wastra CITRA NUSA dari 580 UMKM peserta di seluruh Indonesia.
TENUKALA merupakan akronim dari tenun, karawo, dan leaf art. Karya tersebut merangkai kain tenun, motif karawo, leaf painting, serta sulam jelujur menjadi wastra kontemporer yang minimalis, dinamis, dan fleksibel.
Inovasi ini tidak hanya menghadirkan produk baru. TENUKALA menjadi ikhtiar untuk memberikan ruang baru bagi karawo agar tetap hidup dan relevan dengan selera masa kini, sekaligus merawat kembali keterampilan tenun Gorontalo.
KKI 2026 Hadir dengan Lima Kebaruan
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-11 dan membawa lima aspek kebaruan. Program tersebut mencakup program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep zero emission dan zero waste to landfill serta pengembangan zona hijau.
Skala KKI tahun ini juga semakin besar. Selama empat hari penyelenggaraan, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara itu, pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Tidak hanya pameran, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Agenda tersebut mencakup talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, serta showcase UMKM unggulan secara daring dan luring.
Pengunjung juga dapat menikmati area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi, dan instalasi hijau. Produk UMKM yang ditampilkan telah melalui proses kurasi dan mencakup wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.
Bagi UMKM Gorontalo, kehadiran di KKI 2026 menjadi lebih dari sekadar kesempatan berpameran. Ini merupakan ruang untuk membuktikan bahwa sulaman karawo, kerajinan berbasis potensi daerah, serta pangan hasil laut Gorontalo mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan bersaing di pasar yang lebih luas.
KKI 2026 dapat dikunjungi langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui www.karyakreatifindonesia.co.id. Semangatnya sama: mendorong UMKM Indonesia terus bangkit, semakin tangguh, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....