Bazar Ramadhan BI Gorontalo Libatkan Ratusan UMKM, Ponpes hingga Kelompok Tani
- 24 Feb 2026 09:51 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Bazar Ramadan 2026 dalam upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Galeri UMKM Olaku Kota Gorontalo, Senin 23 Februari 2026. Opening Ceremony turut dihadiri Kanwil Kemenag, OPD terkait, KDEKS, hingga Himpunan Ekonomi Bisnis Pondok Pesantren (HEBITREN).
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana mengatakan, Bazar Ramadhan ini telah dimulai sejak 19 Februari dan baru akan berakhir pada 15 Maret 2026. Kegiatan ini menampilkan produk dari 175 UMKM, serta pondok pesantren dan kelompok tani mitra Bank Indonesia, mulai dari olahan pangan, kerajinan hingga fashion, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai halal sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 175 UMKM. Ada juga masyarakat yang menitip, itu ada sekitar 113, sehingga totalnya ada sekitar 288 yang terlibat dalam bazar ramadhan tahun ini,” kata Bambang.
Rangkaian kegiatan Bazar Ramadan juga akan diisi dengan talkshow interaktif mengenai pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pelindungan konsumen. Selain itu, dilakukan juga Gerakan Sadar ZISWAF, serta berbagai lomba bertema UMKM dan ekonomi syariah yang diharapkan dapat meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan yang inklusif. Bazar Ramadan 2026 juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Menariknya lagi, kegiatan kali ini turut menampilkan produk pangan organik yang dihasilkan UMKM binaan dan mitra kelompok tani, serta pesantren mitra Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.
‘Dengan tampilnya produk pertanian organik ini, kami ingin memberikan pesan bahwa sudah saatnya kita mendorong produktifitas pertanian organik yang memang terbukti akan meningkatkan produktifitas lebih dari 50 persen daripada pertanian konvensional. Itu juga akan menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tuturnya.
Kegiatan yang telah berjalan sejak tiga tahun terakhir ini juga diharapkan turut mendorong aktivitas ekonomi selama Ramadan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Gorontalo, yang mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,12 persen (year on year) pada Triwulan IV 2025.