Arie Suwandani : APBD Gorontalo Stabil, Belanja Produktif Perlu Dipercepat

  • 03 Agt 2026 15:19 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) konsolidasi Regional Gorontalo hingga Juni 2026 menunjukkan kondisi yang stabil. Pendapatan daerah telah mencapai Rp2,56 triliun atau 32,42 persen dari target, sementara realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp2,41 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani Wiwit Warastuti, pada kegiatan Press Conference ALCo Regional Makro Ekonomi, Keuangan dan Moneter Lo Hulonthalo di Aula Dulohupa Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Jumat, 31 Juli 2026.

Arie menjelaskan, pendapatan daerah hingga akhir Juni 2026 ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp463,52 miliar, Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,094 triliun, serta pendapatan lain-lain sebesar Rp3,63 miliar.

"Kinerja APBD konsolidasi Regional Gorontalo sampai dengan Juni 2026 menunjukkan performa yang stabil dengan total pendapatan daerah mencapai Rp2.561,42 miliar atau 32,42 persen dari target," ucap Arie.

Ia menambahkan, kontribusi Transfer ke Daerah terhadap total pendapatan masih sangat dominan, yakni mencapai 81,76 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah di Gorontalo masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Dari sisi belanja, realisasi APBD masih didominasi belanja pegawai sebesar Rp1,536 triliun. Sementara itu, belanja barang mencapai Rp579,37 miliar, belanja modal Rp40,73 miliar, dan belanja lainnya sebesar Rp253,24 miliar.

"Penyaluran TKD hingga akhir Juni berjalan dengan baik dan masih didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU), sedangkan dana desa mencatat penyaluran tercepat. Penyaluran dana transfer khusus juga tumbuh positif seiring meningkatnya realisasi DAK fisik dan DAK nonfisik dibanding tahun lalu," kata Arie.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan fungsi fiskal pemerintah daerah masih mampu menjaga likuiditas daerah di tengah berbagai tantangan ekonomi. Meski demikian, percepatan belanja yang bersifat produktif tetap diperlukan agar memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kinerja ini menunjukkan fungsi fiskal sebagai penopang likuiditas daerah tetap kuat, dengan ruang penguatan pada percepatan belanja produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Secara keseluruhan, kinerja APBD Regional Gorontalo hingga semester pertama 2026 memperlihatkan stabilitas fiskal yang terjaga. Ke depan, optimalisasi belanja pembangunan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemanfaatan anggaran sekaligus memperkuat daya dorong ekonomi daerah. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....