Ekonomi Gorontalo Tumbuh 7,68 Persen pada Triwulan I 2026

  • 26 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Perekonomian Provinsi Gorontalo pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan mencapai 7,68 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut terungkap pada kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan I Tahun 2026 dan Focus Group Discussion (FGD) Forum Kolaborasi Fiskal dan Sektoral (FORKISS) Bidang Kesehatan, yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Rabu 24 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mohuyula Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo itu dihadiri perwakilan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Layanan Umum (BLU), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta pemerintah daerah se-Provinsi Gorontalo. Forum tersebut menjadi wadah untuk membahas kondisi fiskal dan ekonomi daerah sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan kesehatan.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Kun Sri Hartanto, mengatakan kinerja ekonomi dan fiskal Gorontalo pada awal tahun 2026 masih terjaga dengan baik di tengah dinamika perekonomian global yang terus berkembang.

"Kinerja ekonomi dan fiskal Provinsi Gorontalo pada Triwulan I Tahun 2026 masih terjaga dengan baik. Namun demikian, penguatan kolaborasi antarinstansi tetap diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting," ucap Kun Sri Hartanto.

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo didorong oleh sejumlah sektor unggulan, antara lain pertambangan, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut turut berdampak pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), membaiknya tingkat kemiskinan dan ketimpangan, serta terkendalinya inflasi daerah.

Dari sisi fiskal, realisasi Pendapatan Negara di Gorontalo hingga Maret 2026 mencapai Rp303,92 miliar atau 18,94 persen dari target. Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp2,449 triliun atau 26,89 persen dari pagu yang tersedia. Berdasarkan capaian tersebut, posisi APBN di Gorontalo mengalami defisit sebesar Rp2,145 triliun yang mencerminkan peran belanja negara dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Pada tingkat daerah, Pendapatan APBD hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp980,67 miliar atau 13,97 persen dari target. Pendapatan tersebut masih didominasi oleh dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berkontribusi lebih dari 90 persen terhadap total pendapatan daerah. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp1,080 triliun atau 15,55 persen dari target, dengan porsi terbesar digunakan untuk belanja pegawai.

Dalam forum tersebut, Kanwil DJPb juga menyoroti pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah. Tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dinilai menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan kualitas belanja pemerintah daerah.

Selain membahas kondisi ekonomi dan fiskal, kegiatan FORKISS kali ini juga fokus pada isu kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, prevalensi stunting di Gorontalo menunjukkan tren positif dengan penurunan dari 34,89 persen pada 2019 menjadi 23,8 persen pada 2024.

Meski demikian, target nasional penurunan stunting menjadi 14,2 persen pada 2029 masih membutuhkan upaya yang lebih besar. Berbagai program seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), pendampingan keluarga, serta edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terus didorong untuk mempercepat perbaikan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Melalui FORKISS, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi, integrasi data, pengelolaan anggaran, serta layanan kesehatan yang lebih terarah. Hasil diskusi dalam forum tersebut akan menjadi bahan rekomendasi guna mempercepat peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....