Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Masa Depan Ekonomi Gorontalo

  • 14 Jun 2026 17:31 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi momentum penting dalam memotret perubahan struktur ekonomi sekaligus menyiapkan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran. Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Gorontalo dijadwalkan diresmikan oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, pada Senin 15 Juni 2026 di rumah Jabatan Gubernur.

Ekonom Universitas Negeri Gorontalo sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Gorontalo Koordinator Provinsi Gorontalo, Dr. Herwin Mopangga, menilai data ekonomi saat ini memiliki peran yang semakin vital dalam menentukan masa depan pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hadir pada momentum yang tepat bagi Gorontalo. Setelah lebih dari dua dekade menjadi daerah otonom, perekonomian Gorontalo menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dengan perubahan struktur ekonomi yang semakin terlihat.

“Data bukan lagi sekadar angka, tetapi telah menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan, menarik investasi, membaca perubahan, serta menangkap berbagai peluang pertumbuhan ekonomi,” ucap Herwin dalam artikelnya bertajuk Sensus Ekonomi 2026: Mencatat Transformasi, Menjemput Masa Depan.

Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 7,68 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut menempatkan Gorontalo sebagai salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Meski demikian, Herwin mengingatkan bahwa tingginya angka pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menggambarkan kondisi seluruh sektor usaha di daerah. Masih diperlukan data yang lebih lengkap mengenai jumlah usaha, karakteristik UMKM, perkembangan ekonomi digital, hingga peluang ekonomi hijau dan ekonomi biru.

“Sensus ekonomi akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha, pola investasi, pemanfaatan teknologi, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha,” kata Herwin.

Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya dapat menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi selama beberapa tahun ke depan, termasuk mengidentifikasi sektor potensial, memperkuat investasi, serta meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Selain untuk pemerintah, data sensus juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam memahami kondisi pasar, tren industri, serta menyusun strategi pengembangan bisnis yang lebih efektif.

Herwin menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 juga menjadi instrumen penting untuk mengukur perkembangan transformasi digital UMKM serta memetakan potensi ekonomi berkelanjutan melalui sektor pertanian, perikanan, kelautan, energi terbarukan, dan pariwisata.

“Keberhasilan sensus ekonomi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, organisasi profesi, dan masyarakat perlu mendukung agar pendataan berjalan optimal,” tambahnya.

Ia berharap pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, melainkan awal penguatan budaya statistik dan pembangunan ekonomi yang berbasis fakta.

“Ketika masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang benar, mereka sesungguhnya ikut membangun masa depan ekonomi Indonesia dan Gorontalo yang lebih kuat. Mencatat ekonomi hari ini adalah menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ucap Herwin. (RA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....