Komisi II Nilai Capaian PDRB Provinsi Gorontalo Positif, Butuh Strategi Baru

  • 13 Mar 2026 07:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menilai capaian indikator makro ekonomi daerah yang tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo Tahun 2025 menunjukkan tren yang positif, khususnya pada indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Koordinator Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengatakan peningkatan nilai PDRB menjadi salah satu indikator yang menunjukkan kinerja ekonomi daerah berjalan cukup baik.

Ridwan menyampaikan hal tersebut kepada RRI usai mengikuti rapat paripurna pembahasan LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025 di DPRD Provinsi Gorontalo, Senin 9 Maret 2026 kemarin.

Menurutnya, dalam laporan tersebut terlihat adanya peningkatan indikator PDRB dari sekitar 37,2 persen menjadi 47,4 persen, yang menunjukkan perbaikan kinerja ekonomi daerah.

“Angka-angka makro ini pada dasarnya positif semua. PDRB juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik,” ujar Ridwan.

Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana pemerintah daerah dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut melalui strategi pembangunan ekonomi yang lebih terarah.

Ridwan menilai salah satu strategi yang perlu diperkuat adalah program hilirisasi sektor-sektor unggulan daerah, sehingga Gorontalo tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk setengah jadi maupun produk siap pakai.

Ia mencontohkan potensi komoditas rumput laut yang dinilai masih dapat dikembangkan lebih jauh melalui pembangunan ekosistem industri yang lebih lengkap, mulai dari penyediaan bibit, proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.

“Rumput laut misalnya, jangan hanya sebatas bantuan bibit saja. Harus dibangun ekosistemnya mulai dari pembibitan, perawatan, pengeringan, sampai pada proses penjualannya,” jelasnya.

Menurut Ridwan, pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah tidak hanya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja serta membantu menekan angka kemiskinan di daerah.

Ia menegaskan, perubahan struktur ekonomi dari penghasil bahan mentah menjadi penghasil produk olahan merupakan langkah penting untuk memperkuat perekonomian daerah ke depan.

“Kalau kita ingin pertumbuhan ekonomi meningkat dan angka kemiskinan turun, tidak ada cara lain selain mengubah struktur ekonomi dari penghasil bahan baku menjadi penghasil produk setengah jadi atau produk siap pakai,” tegasnya.

Ridwan berharap strategi pembangunan ekonomi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar capaian indikator makro ekonomi yang sudah positif dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....