Gusnar Ismail: Fiskal Terbatas, Ekonomi Gorontalo Tetap Tumbuh

  • 14 Feb 2026 16:07 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pentingnya membangun semangat baru dalam mengarungi tahun anggaran 2026. Hal itu disampaikannya di sela-sela membuka kegiatan Treasury Strategic Forum 2026 yang dirangkaikan dengan penganugerahan Treasury Awards 2025, yang dilaksanakan Kanwil DJPb Gorontalo, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurut Gusnar, forum tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus konsolidasi fiskal di tengah tantangan efisiensi anggaran yang masih berlanjut. Ia memaparkan, pada 2025 terdapat kecenderungan efisiensi anggaran yang terus bertambah. Bukan karena anggaran meningkat, melainkan karena penghematan yang makin diperketat.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap mampu mencatatkan capaian positif. Gusnar menekankan bahwa dengan anggaran terbatas, Gorontalo bersama kabupaten/kota tetap berhasil meraih pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Kegiatan hari ini sangat penting bagi kita semua, karena yang pertama kita ingin mendapatkan spirit baru, semangat baru untuk kita mengnapaki tahun 2026. Kalau kita lihat di tahun 2025 dipaparkan bahwa terdapat kecenderungan keberlangsungan efisiensi anggaran yang terus bertambah, bukan anggaran yang naik tapi efisiensi yang bertambah. Jadi 2025 itu kita dalam kondisi fiskal yang minim hanya kurang lebih Rp10 triliun dan tahun 2026 ini saya lihat tinggal Rp9 triliun, mudah-mudahan ada keajaiban bisa naik lagi,” ujar Gusnas Ismail

“Pertumbuhan kita provinsi adalah 5,71 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen,” jelasnya

Ia pun menyentil logika pembangunan yang kerap terpusat di Jakarta. Menurutnya, meski anggaran banyak berada di pusat, pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan bergerak tanpa kontribusi daerah.

“Logika rakyatnya begini, anggaran ada di pusat tapi pertumbuhan ekonomi pusat tidak bergerak naik. Pengurangan anggaran di daerah tapi di daerah bisa meningkatkan pertumbuhan. Lihat saja, tidak ada duit pun anggaran di daerah berkurang, tapi tidak ada pembangunan nasional kalau tidak ada pembangunan di daerah,” tegas Gusnar

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan juga menunjukkan tren membaik. Angka kemiskinan Gorontalo pada Maret 2025 tercatat sebesar 13,24 persen. Namun dalam rilis terbaru periode Maret hingga September 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 12,62 persen.

“Ini tidak gampang, dan tentunya ini adalah kerja kita semua,” pungkasnya.

Melalui forum strategis tersebut, Pemprov Gorontalo berharap sinergi antara pengelola keuangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tetap dapat ditingkatkan pada tahun 2026. (RA)

Rekomendasi Berita