TKD 2026 Turun, Sofyan : PAD Harus Ditingkatkan

  • 30 Nov 2025 12:49 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun 2026 menjadi tantangan serius bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kondisi ini disebut akan berdampak langsung pada kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan pembangunan. Minggu (30/11/2025).

Dengan berkurangnya dana hampir mencapai Rp300 miliar, ruang fiskal menjadi semakin sempit sehingga pemerintah harus lebih cermat dalam menentukan prioritas dan mengoptimalkan alokasi APBD agar program-program strategis tetap berjalan.

Menghadapi situasi tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan kepada seluruh perangkat daerah untuk tetap solid dan menjaga kekompakan. Ia juga meminta seluruh OPD mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah.

"Kita harus terus berjuang memaksimalkan pendapatan asli daerah. Melakukan inovasi pendapatan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan retribusi tanpa membebani masyarakat kecil," tegasnya.

"Di saat yang sama, kita harus melakukan efisiensi yang terukur, meningkatkan keakuratan perencanaan, dan memastikan setiap rupiah uang negara yang kita gunakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.

Sofyan menekankan, tantangan fiskal tidak boleh menjadi alasan bagi instansi pemerintah untuk melemah atau kehilangan arah. Justru di tengah keterbatasan inilah, diperlukan kreativitas dan kerja sama yang lebih kuat. Momentum ini akan menguji kematangan Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat kemandirian daerah.

"Dengan perencanaan yang matang, kerja kolektif yang solid, dan komitmen untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat, semua program pembangunan ke depan diharapkan bisa berjalan dengan maksimal," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....