Profesional Muda Bersertifikat CRMO Pimpin Pengawasan Bank SulutGo

  • 10 Feb 2026 16:00 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID , Gorontalo : Nama Rania Riris Ismail mencuat ke ruang publik setelah resmi ditetapkan sebagai Komisaris Bank SulutGo dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Manado, Senin (10/2/2026). Penunjukan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat, termasuk munculnya tudingan nepotisme yang mengaitkan Riris dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang merupakan mertuanya.

Meski demikian, Rania Riris Ismail diketahui memiliki latar belakang pendidikan serta rekam jejak profesional yang relevan di bidang keuangan dan manajemen bisnis. Ketertarikannya pada dunia akuntansi telah tumbuh sejak masa sekolah menengah dan terus berkembang hingga mengantarkannya meniti karier di sektor keuangan.

Perempuan kelahiran 17 Juli 1992 ini saat ini sedang menyelesaikan studi Magister Manajemen Ekonomi dengan konsentrasi keuangan dan business marketing. Di luar aktivitas akademik, Riris juga berkiprah sebagai Financial Advisor, memberikan layanan perencanaan dan pendampingan keuangan bagi berbagai klien.

Pengalaman profesionalnya mencakup kerja di Toyota Astra Motor Group, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Finance Manager di PT Buana Lautan Mas, Jakarta, posisi strategis yang menuntut kemampuan pengelolaan keuangan perusahaan secara komprehensif, baik dari sisi operasional maupun perencanaan bisnis.

Riris juga telah mengantongi sertifikasi Certificate Risk Management Officer (CRMO), yang merupakan salah satu standar kompetensi penting bagi pengelola risiko dan pimpinan di sektor keuangan serta korporasi. Sertifikasi ini menegaskan kapasitasnya dalam memahami dan mengelola risiko bisnis secara profesional.

Di tingkat organisasi, Rania Riris Ismail saat ini mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gorontalo. Dengan kombinasi pendidikan formal, pengalaman kerja, sertifikasi profesional, serta keterlibatan aktif dalam organisasi kewirausahaan, ia dikenal sebagai figur profesional muda di bidang keuangan dan manajemen bisnis.

Menanggapi berbagai tudingan yang diarahkan kepada sang istri, Erwin Ismail memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa penunjukan Rania Riris Ismail sebagai komisaris bukan berada dalam kewenangannya.

“Saya bukan pemegang saham. Para kepala daerah sebagai pemegang saham memiliki kapasitas penuh, termasuk dalam mengusulkan komisaris. Saya hanya memberikan dukungan terbaik kepada istri saya dan untuk daerah ini,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, keputusan tersebut diyakininya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan akan figur dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sesuai. “Jika melihat rekam jejaknya, penunjukan ini murni karena kompetensi, bukan faktor lain,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita