Wumbungo, Jejak Spiritual dalam Budaya Gorontalo

  • 14 Sep 2026 08:50 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo - arian tradisional Gorontalo yang dikenal dengan nama Dayango atau Wumbungo, menjadi salah satu warisan budaya yang terus menarik perhatian masyarakat. Tarian ini tidak hanya menyimpan nilai seni, tetapi juga merekam jejak kehidupan spiritual masyarakat Gorontalo pada masa lalu.

Pada awalnya, Wumbungo digunakan dalam upacara pemujaan terhadap roh-roh halus yang berkembang di kalangan masyarakat pedesaan. Dalam bahasa Gorontalo, istilah Ma Wumbu-Wumbungo menggambarkan kondisi penari yang mengalami gerakan gemetar atau menggigil akibat kerasukan roh. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu ciri yang melekat pada tarian Wumbungo.

Sebagai tarian yang berakar dari ritual tradisional, Wumbungo tidak mengenal batasan gender. Laki-laki maupun perempuan dapat terlibat dalam pertunjukan, dengan iringan gendang dan lantunan lagu. Gerakannya tidak sekadar mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga menekankan penjiwaan dan pengalaman spiritual.

Dalam perkembangannya, Wumbungo mengalami perubahan dan beradaptasi menjadi bagian dari ekspresi seni kreatif masyarakat. Peralatan tradisional seperti kain pengikat kepala dan kain pengikat pinggang tetap digunakan untuk mempertahankan karakter dan identitas budaya yang melekat pada tarian tersebut.

Keberadaan Wumbungo menunjukkan bagaimana sebuah tradisi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa sepenuhnya kehilangan akar sejarahnya. Tarian ini menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.

Pelestarian Wumbungo pun tidak hanya berarti mempertahankan gerakan tari, tetapi juga memahami sejarah, filosofi, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, warisan budaya ini dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....