Budayawan Gorontalo Dorong Pemanfaatan Digitalisasi Untuk Lestarikan Budaya

  • 07 Jul 2026 19:04 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Keberagaman budaya di Indonesia menjadi kekuatan besar yang mampu mempererat persatuan masyarakat di tengah perbedaan. Karena itu, pelestarian budaya dinilai perlu terus diperkuat agar nilai-nilai tradisi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Budayawan Gorontalo Romi Isa mengatakan, keberagaman budaya merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dipahami, dihayati, dan dipertahankan bersama oleh seluruh masyarakat.

“Kita Indonesia ini memiliki berbagai macam keragaman, tetapi hal ini tentunya menjadi salah satu kekuatan besar khususnya masyarakat untuk lebih memahami, menghayati dan sekiranya bisa mempertahankan budaya, karena budaya inilah yang mampu mempersatukan kita dalam keberagaman yang perlu kita sadari bersama,” ucap Romi Isa.

Menurutnya, masyarakat Gorontalo memiliki keterbukaan terhadap berbagai budaya dari daerah lain. Sikap tersebut menjadi gambaran bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika masih tetap kuat dan perlu dijaga melalui penguatan nilai-nilai kebudayaan.

“Keberagaman budaya itu di Indonesia, apalagi kita yang berada di daerah-daerah khususnya Gorontalo merasa terbuka untuk menerima budaya-budaya dari daerah manapun. Inilah yang menggambarkan betapa Indonesia dengan pola Bhinneka Tunggal Ika ini tetap masih kuat,” kata Romi.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mempertahankan budaya lokal. Kemudahan akses informasi dinilai dapat mempengaruhi pola pikir generasi muda terhadap budaya tradisional.

“Satu hal yang sangat besar dan tidak bisa kita pungkiri bersama bahwa perkembangan teknologi globalisasi sekarang ini tidak bisa kita pungkiri sehingga bisa merasuk ke dalam jiwa-jiwa para generasi muda. Kekhawatiran kita bahwa budaya kita ini akan mengalami degradasi dengan adanya digitalisasi tersebut,” tambahnya.

Namun demikian, Romi Isa menilai teknologi digital tidak harus menjadi ancaman bagi budaya lokal. Menurutnya, digitalisasi justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Gorontalo kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

“Apabila hal ini kita bentengi dengan baik dan kita manfaatkan teknologi itu dalam era globalisasi ini sebagai salah satu media untuk lebih memperkenalkan budaya kita khususnya budaya Gorontalo, saya pikir akan lebih realistis langkah yang akan kita lakukan,” ujarnya.

Romi berharap generasi muda tidak menjauh dari budaya daerah akibat perkembangan zaman. Sebaliknya, generasi muda perlu diarahkan agar mampu menggunakan teknologi sebagai pintu masuk untuk mengenal dan mencintai budaya warisan leluhur.

“Karena sekarang ini generasi muda kita lebih enjoy dengan digitalisasi yang ada, maka mau tidak mau kita harus mengikuti pintu itu, jangan kita lawan. Lewat digitalisasi inilah kesempatan kita untuk mempromosikan, memperkenalkan sehingga para generasi muda kita ini akan lebih tahu seperti apa budaya kita,” tutup Romi Isa. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....