Rahasia Panjang Umur, Belajar dari Mahathir Muhamad.

  • 30 Sep 2026 08:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID GORONTALO — Usia boleh terus bertambah, tetapi menjaga tubuh dan pikiran agar tetap aktif menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Kisah mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, menjadi salah satu gambaran menarik tentang bagaimana kebiasaan sederhana dapat dijaga hingga usia lanjut. Mahathir genap berusia 101 tahun pada 10 Juli 2026. Sementara istrinya, mendiang Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, genap berusia 100 tahun pada 12 Juli 2026.

Keduanya telah menjalani kehidupan bersama selama sekitar tujuh dekade. Siti Hasmah kemudian meninggal dunia pada 28 September 2026 di usia 100 tahun.

Lantas, apa yang membuat Mahathir mampu mencapai usia lebih dari satu abad? Mahathir tidak pernah menyebut adanya resep ajaib untuk panjang umur. Ia justru menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalani kehidupan, mulai dari menjaga pola makan, tetap aktif secara fisik, hingga mempertahankan aktivitas intelektual.

Dalam wawancara yang dipublikasikan New Straits Times pada 13 Juli 2026, Mahathir kembali menyampaikan prinsip hidup yang telah lama ia pegang, yakni manusia makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.

Menurutnya, makanan memang diperlukan untuk kehidupan, tetapi jumlah dan cara mengonsumsinya tetap perlu dikendalikan.

Prinsip tersebut bukan berarti harus menjauhi makanan yang disukai. Justru, pengendalian diri menjadi kuncinya. Mahathir mengingatkan bahwa makanan yang terasa lezat dapat membuat seseorang ingin terus menyantapnya.

Karena itu, kemampuan untuk berhenti sebelum makan berlebihan menjadi kebiasaan yang penting.

Pesan lain yang tidak kalah menarik adalah menjaga tubuh dan pikiran tetap bergerak. Dalam laporan mengenai kebiasaan hidupnya,

Mahathir diketahui tetap mempertahankan aktivitas fisik ringan serta menjaga pikirannya aktif melalui membaca, menulis dan berdiskusi. Baginya, usia bukan alasan untuk berhenti belajar dan berpikir.

Dari kisah tersebut, panjang umur bukan sekadar persoalan angka. Ada kebiasaan yang dibangun secara konsisten: mengendalikan pola makan, menjaga tubuh tetap aktif, memberi ruang bagi pikiran untuk terus bekerja, serta menjalani kehidupan dengan disiplin.

Kisah Mahathir dan mendiang Siti Hasmah menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan dilakukan ketika usia telah lanjut, tetapi dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....